FK-BPD Teupah Barat Ucapkan Selamat Atas Rakernas PABPDSI

Baca Juga


Simeulue, indometro.id - Forum Komunikasi Badan Permusyawatan Desa (FK-BPD) kecamatan Teupah Barat kabupaten Simeulue, Aceh mengucapkan selamat atas terselenggaranya Rakernas Pertama Persatuan Anggota Badan Permusyawatan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) di gedung Merdeka Bandung.

Hal itu disampaikan langsung oleh ketua FK-BPD Teupah Barat, Alis Anizar yang didampingi sekretaris, Muhammad Sholeh S.Pd.i, Bendahara Mega Selvia serta seluruh anggota BPD yang hadir saat mengikuti rapat persiapan pengukuhan FK-BPD di Kecamatan Teupah Barat. Minggu 28 November 2021.


Dari pelosok desa dikepulauan terluar dan berada di provinsi paling barat Indonesia, Ketua FK-BPD beserta seluruh anggota BPD kecamatan Teupah Barat berharap dengan terselenggaranya Rakernas seluruh BPD tersebut semakin mengkokohkan persatuan Legislatif desa di seluruh Indonesia serta Segera terwujud segala harapan dan aspirasi yang disampaikan, meningkatnya kesejahteraan dan kapasitas para BPD di Republik ini.

Sebelum acara Rakernas I PABPDSI yang di selenggarakan di Bandung pada tanggal 25-26 November lalu itu, dirinya sudah berkomunikasi langsung melalui telepon seluler dengan ketua umum PABPDSI Fery Radiansyah, dan begitu juga dengan Ketua PABPDSI-Aceh Syari M Nur, mewakili Kabupaten Simeulue dirinya diminta ikut serta di acara tersebut, namun karena sesuatu dan lain hal sehingga belum bisa ikut bergabung saat itu.

“Selamat atas terlaksananya Rakernas pertama Persatuan Anggota Badan Permusyawatan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) yang dilaksanakan di gedung Merdeka Bandung. Semoga segala perjuangan aspirasi anggota BPD dapat segera terelesasikan. Termasuk peningkatan kesejahteraan anggota BPD segera terwujud”. Ucap Alis Anizar ketua FK-BPD Kecamatan Teupah Barat juga sebagai ketua BPD desa Leubang priode 2021-2027.

Mengingat besarnya tanggung jawab dan tugas BPD didesa yang tak kalah penting dengan kepala desa, Ketua FK-BPD tersebut ia berharap kepada pemerintah agar tunjangan anggota BPD segera dapat diperhatikan. 

“Kadus dan aparatur desa yang SK-nya dikeluarkan Kades saja gajinya sudah setara golongan IIA. Masa kita BPD SK Bupati tidak ada gaji. Cuma dikasih tunjangan doang, itupun tunjangan sangat minim sekali, jangankan untuk biaya hidup sekeluarga ataupun biaya penyerapan aspirasi masyarakat, untuk biaya minyak saja kadang tak cukup”. imbuhnya.

Ketika ditanya media ini berapa Sewajarnya gaji atau tunjangan masing-masing anggota BPD. Dianya berharap minimal diatas Dua juta Rupiah. 

“Sewajarnaya gaji atau tunjangan BPD sama dengan seorang kepala Desa, paling tidak sama dengan aparatur desa, diluar operasional BPD”. Harapnya

(AA)

 

 

1 Komentar

  1. Berita tentang kegiatan Desa juga lebih ditingkatkan juga sebagai topik utama media Indometro. Semakin terdepan media Indometro...

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama