Pekerjaan Rabat Beton di Desa Pondok Tengah Dinilai Amburadul dari Tahun 2018-2020

Baca Juga




Serdang Bedagai, Indometro.id -
Sejak menjabat sebagai Kepala Desa Pondok Tengah, IS menurut warga setempat bahwa beberapa infrastruktur yang dibangun menggunakan Dana Desa termasuk pekerjaan rabat beton setiap tahun dari 2018, 2019 dan 2020 dinilai amburadul dan terkesan asal jadi.

Hal ini disampaikan Togi Saragih, Kabiro Tabloid Mitra Polda Sergai saat dirinya melakukan konfirmasi kepada beberapa warga Desa Pondok Tengah Kec Pegajahan Kab Serdang Bedagai, Senin (27/9/2021).

Menurut salah satu warga yang enggan disebutkan namanya bahwa sejak IS terpilih menjadi Kepala Desa semua bangunan yang menggunakan Dana Desa tidak bagus dan dinilai amburadul.

" Yah....bapak lihat sendiri ajalah setahu saya IS sejak terpilih jadi kades di Pondok Tengah ini semua bangunannya gak ada yang bagus, semuanya bobrok alias amburadul bapak lihat ajalah sendiri bagaimana mungkin bagus bangunannya kerjanya aja pun tukang main judi kalau bapak gak percaya bapak lihat aja di kedai ujung  pinggir sawit itu.ngapain saya bohong saya sudah tua " tegas narasumber.

Selanjutnya usai mendengar keluh kesah warga, Togi bergegas turun ke lokasi melihat langsung bangunan rabat beton tersebut, dari hasil pantauan Togi kondisinya memang benar sangat memprihatinkan.


Dilihat dari kondisi saat ini terkesan seperti tidak ada bangunan rabat beton yang di bangun sejak thn 2018-2019 sampai 2020,  " ternyata tidak ada yang bagus dan ternyata benar sekali apa yang di ucapkan warga tadi, pekerjaan semuanya dinilai bobrok alias amburadul " terang Togi kepada awak media lainnya.

Lebih lanjut Togi menyampaikan keheranannya ketika pembangunan menggunakan Dana Desa itu apakah tidak pernah diperiksa oleh pihak pihak terkait.
" Celakanya kok bisa ya...? Bangunan rabat beton ini hancur lebur apa gak pernah di periksa oleh pihak Kecamatan Pegajahan, apa bagaimana ?, apa pihak Kecamatan sudah dapat upeti sehingga melempem atau tidak berdaya " sambungnya.


Struktur organisasi hanya formalitas

Disampaikan Togi saat dirinya berada di dalam Kantor Desa Pondok Tengah terkesan susunan struktur organisasi pemerintahan desa hanya pelengkap dan formalitas saja.

Seperti Bendahara hanya pelengkap saja, pasalnya Bendahara tidak pernah mengetahui berapa jumlah Dana Desa.
" Karena yang memegang rekening desa adalah Kades ,yang mengambil dana desa saat pencairan juga Kades " jelas Togi.

Proyek Lening Saluran Parit Tanpa Plank di Desa Pondok Tengah Tahun 2021

Sementara itu saat Togi memantau lokasi , terlihat salah satu bangunan leningan tahun 2021 tanpa papan informasi/plank
sehingga publik atau warga setempat tidak tahu berapa jumlah anggaran dan biaya bangunan.

Menurut Togi, Kades tersebut diduga telah mengelabui atau membodoh-bodohi warga, " padahal sekarang sudah zamannya transparan, ada apa di balik ini ?, sampai Tim Kasi PMD dari Kecamatan tidak berani tegas demikian juga kadis PMD Sergai semuanya melempem gak berdaya, apa jangan jangan sudah di sogok oleh kades tersebut ? tukasnya.

Melayangkan surat ke pihak terkait

Dalam waktu dekat ini Togi Saragih Kabiro Tabloid Mitra Polda Sergai akan melayangkan surat kepada pihak Inspektorat Sergai, Kajari Sergai, Unit Tipikor Polres Sergai, dan kepada Darma Wijaya Bupati Sergai.

" Agar semua tahu persoalan ini.sudah layak sekali IS selaku oknum Kades Pondok Tengah ini diseret ke meja hijau dan dijebloskan ke penjara sebab sudah di duga kuat merugikan uang negara APBN hingga miliaran rupiah,  sebab bangunan tersebut hanya sia sia dan mubajir, padahal presiden Jokowi sudah berulang ulang kali mengatakan jangan main main dalam mengelola anggaran Dana Desa (DD) namun ternyata masih ada juga yang coba bermain " pungkas Togi.


(IY)


 

Berikan Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama