Jalan Poros Katibung-Merbau Mataram Rusak Parah, Terakhir di Perbaiki Era Presiden Soeharto

Baca Juga



Lampung Selatan, Indometro.id - Kondisi Jalan poros yang menghubungkan antara Kecamatan Katibung dan Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, tepatnya di Dusun Bangun Rejo Desa Neglasari rusak parah, aspal yang mengelupas dan jalan berlubang digenangi air bahkan di tengah-tengah jalan nampak di tumbuhi rumput, akibatnya pengendara hingga warga merasa tidak nyaman ketika melintasinya.

Hasil pantauan awak media di lapangan, jalan berlubang yang sudah tak elok di pandang, dan tak nyaman di lewati, ada sekitar kurang lebih 1 kilometer dan di sepanjang jalan tersebut kondisinya rusak parah, berlubang dan sebagian di tengah-tengah jalan ada yang di tumbuhi rumput.

Nuryanto (61), warga setempat mengungkapkan, sering terjadi pengguna jalan yang jatuh saat melewati jalan ini dan jalan ini sudah lama betul tidak tersentuh perbaikan, bahkan semenjak zaman Presiden SOEHARTO lengser sampai saat ini belum tersentuh perbaikan oleh pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Wah disini sering terjadi kecelakaan ada yang jatuh, apalagi ibu-ibu yang bawa motor, pernah juga mobil sampai nabrak tiang listrik, kalau untuk perbaikan pernah juga dulu jaman Presiden SOEHARTO. Sampai saat ini belum tersentuh perbaikan dan wajar kalau kondisi jalan sekarang sudah tidak layak lagi,” ujar Nuryanto saat ditemui Awak Media, Kamis (23/9/2021).



Dengan kondisi jalan seperti itu, Nuryanto merasa kasian dengan pengendara yang melintasi jalan ini, padahal jalan ini merupakan akses pendidikan, perekonomian dan penghubung antara dua Kecamatan.

Untuk itu, Nuryanto berharap agar kondisi jalan rusak tersebut segera diperbaiki oleh pihak pemerintah daerah maupun pihak terkait. melalui usulan pemerintah setempat, baik pemerintah Desa, Kecamatan, dan UPTD PU Kecamatan.

“Harapannya bisa segera diperbaiki, apalagi sudah hampir 23 tahun jalan ini belum sama sekali tersentuh pembangunan dan supaya tidak banyak lagi terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban,” ujar dia.

“Sudah beberapa kali diukur namun hingga kini belum diperbaiki, imbuh Nuryanto.

Sementara itu, Weli (33) warga setempat lainnya mengaku kondisi jalan tersebut sangat mengganggu dan mengerikan untuk dilintasi terutama saat hujan turun, tapi tidak ada pilihan jalan lagi ya terpaksa di lewati.

“Kalau musim hujan kami melewatinya harus ekstra hati-hati, sebab kondisi aspal yang mengelupas hingga permukaan jalan terlihat banyak batu yang tajam dan sangat membahayakan pengguna jalan yang melewatinya, sangat mengerikan melintasinya, tapi ya mau bagaimana lagi, tidak ada jalan lain ya kami tetap menggunakan jalan ini,” ujar Weli.

Menurut dia, kondisi hujan yang membuat jalan tergenang membuat banyak orang yang melintas terjatuh akibat tidak mengetahui kontur jalan yang berlubang.

Kondisi seperti ini, menurut dia, sudah terjadi sejak kurang lebih 15 tahun lalu ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah.

“Kondisi jalan ini kurang lebih 15 tahun yang lalu sampe sekarang tuh masih begini Pak, enggak pernah berubah,” ujar dia.

Menurut Weli, keluh kesah terhadap jalan tersebut sudah ada sejak lama. Namun, masyarakat bingung harus melapor ke mana.

“Bingung apakah jalanan ini milik pemda atau bukan, tapi yang jelas ini jalan penghubung antar dua Kecamatan dan merupakan akses pendidikan dan perekonomian,” ungkap dia. (P/Tim)

Berikan Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama