Wabup Aceh Tengah Terima Audiensi Pengurus Asosiasi Getah Pinus Masyarakat Gayo

Wabup Aceh Tengah Terima Audiensi Pengurus Asosiasi Getah Pinus Masyarakat Gayo


TAKENGON, indometro.id -  

Bertempat diruang kerjanya, Wakil Bupati Aceh Tengah H. Firdaus, SKM menerima kunjungan audiensi Pengurus Asosiasi Getah Pinus Masyarakat Gayo, Jum’at (02/07).

Pertemuan yang digagas terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan dari getah pinus yang ada di Kabupaten Aceh Tengah itu, turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan, perwakilan dari Bappeda, dan Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten Aceh Tengah.

Sekjen Asosiasi Getah Pinus Masyarakat Gayo, Zamzam Mubarak dalam paparannya menyampaikan bahwa produksi getah pinus yang diusahakan di Kabupaten Aceh Tengah sesuai dengan angka taksiran telah mencapai kisaran angka produksi rata-rata sebesar 2000 ton perbulan.

Namun sejauh ini, pihaknya menemukan bahwa sangat sedikit sekali pendapatan yang diterima oleh daerah, terutama dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), apabila dibandingkan dengan jumlah produksi getah dan volume penjualan ke pabrik pengolahan getah yang berada di Kecamatan Linge dan Kabupaten Gayo Lues, juga keluar Aceh.

Untuk itu melalui asosiasi ini mereka mengajak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah agar dapat mengoptimalkan objek-objek sumber penerimaan daerah yang dapat diperoleh oleh Kabupaten Aceh Tengah dari sektor penjualan getah, gondorukem dan terpentin, yang pada akhirnya juga dapat dikembalikan untuk perbaikan sarana dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berada diwilayah produksi getah pinus semisal di Kecamatan Linge dan Bintang.

“Karena kalau ini dikelola secara optimal, nilai produksi getah pinus kita ini dapat sebanding dengan APBK kita. Dimana getah pinus ini telah berhasil menopang ekonomi masyarakat dan kawasan di kecamatan Linge dan Bintang,” sebut Zamzam.

Menyahuti hal tersebut, Wakil Bupati Firdaus sangat menyambut baik gagasan dan langkah-langkah yang dilakukan Asosiasi Getah Pinus Masyarakat Gayo dalam rangka mengoptimalkan pengusahaan hutan dan getah pinus menjadi salah satu lumbung sumber Pendapatan Daerah terutama Pendapatan Asli (PAD) nya.

Disebutkan Firdaus, melihat potensi yang ada, komoditi getah pinus sudah dapat menjadi produk unggulan Kabupaten Aceh Tengah, sebagaimana komoditi Kopi, Tebu dan tanaman Buahan dan Sayur.

“Bahkan sepertinya getah pinus lebih potensial lagi dari komoditi tanaman perkebunan atau pertanian, karena produksinya tidak mengenal musim. Oleh karena itu perlu kita kelola dan optimalisasikan perusahaannya,” ujar Firdaus.

Dilanjutkannya, sejauh ini nilai tambah dari pengusahaan getah pinus di Kabupaten Aceh Tengah masih diperoleh dari kontribusi Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 5% dari total nilai produksi, dan retribusi gondorukem dan terpentin sebesar 125-150 rupiah per kilogram.

Harapannya, dengan mengoptimalkan hasil produksi getah dengan kebutuhan pabrik di daerah juga beberapa persen dari kelebihan volume produksi dapat dijual keluar daerah, kiranya dapat meningkatkan stabilitas harga getah juga dapat meningkatkan Pendapatan Daerah dan nilai tambah lainnya.

“Ini yang perlu kita genjot, dan perlu kita kaji secara serius dengan melibatkan pemerintah provinsi juga stakeholder terkait.” Pungkasnya.

Direncanakan, dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan lanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak terkait, terutama pihak perusahaan penderes getah, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Aceh dan juga KPH Wilayah II dan III. 

Baca Juga :

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama