Ticker

6/recent/Ticker-posts

Tugu Belum Dibayar Petambak Blokade Akses sumur ASB Pertamina Indramayu

 Tugu belum dibayar petambak blokade  Akses sumur ASB Pertamina Indramayu  


INDRAMAYU, indometro.id --- Puluhan petambak memblokade akses jalan menuju Sumur ASB-1 milik Pertamina EP di Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Minggu (25/4/2021). Aksi tersebut merupakan bentuk kekesalan petambak akibat pencemaran limbah pada tambaknya.

Para petambak ini tak peduli sedang puasa dan di tengah teriknya matahari, aksi blokade jalan tetap dilakukan. Mereka menutup jalan dengan memasang bambu dan membentangkan spanduk berisi protes atas pencemaran yang terjadi. Akibatnya, sejumlah kendaraan besar tertahan dan tidak bisa masuk ke sekitar sumur Pertamina.

"Kami terpaksa melakukan aksi ini karena belum juga ada kesepakatan terkait ganti rugi dari Pertamina. Selain itu juga dampak pencemaran oleh limbah Pertamina ini, penghasilan kami jadi berkurang. Luas tambak yang tercemar 2.500 hektare," kata salah seorang petambak, Juhadi.

Keluhan petambak, kata dia, sempat pula disampaikan ke Pemkab Indramayu. Bahkan sampai mengirimkan sampel air tambak yang tercemar untuk diuji di laboratorium di awal tahun 2020. Namun sampai saat ini keluhannya tidak diproses dan tidak ada tanggapan sama sekali.

Di bagian lain, Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang datang ke lokasi aksi, berusaha menenangkan para petambak dan mengajak mereka untuk berdialog. Dalam dialognya itu, Wabup menjelaskan, Pemkab Indramayu akan berkoordinasi dengan Pertamina. Meminta pihak Pertamina untuk mediasi dengan petambak. 

"Jika kondisi ini berlarut-larut dapat mengganggu kondusivitas daerah. Dalam permasalahan ini pemerintah harus hadir, tidak bisa membiarkan masalah terus terjadi. Kami optimistis pasti ada jalan keluarnya," ucap Wabup. 

(Mataram)

Artikel Terkait