Ticker

6/recent/Ticker-posts

GMKI Cabang Saumlaki Selenggarakan Diskusi Publik


KepulauanTanimbar, indometro.id - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Saumlaki, selenggarakan diskusi publik dengan sorotan Tema "The Power Of Woman : Perempuan Cerdas, Perempuan Berdaya" Saumlaki   (26/04/2021)

Diskusi tersebut dilaksanakan di Kampus Lelemuku Saumlaki dihadiri oleh seluruh  Organisasi Kepemudaan (OKP), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa jurusan (HMJ), Organisasi Gereja serta para Pembicara yang berkompeten Pada Sabtu 24 April 2021

Lukas Samangun Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Saumlaki dalam sambutannya mengatakan :

Peran perempuan dalam pembangunan bangsa terlebih khusus di Kabupaten Kepulauan Tanimbar semakin diperlukan. hampir di setiap bidang kehidupan, perempuan sudah dapat merambah dan menancapkan eksistensinya. namun di lain pihak masih banyak perempuan yang bingung dengan hidupnya. perempuan belum menyadari potensi dan peluang-peluang yang dimilikinya untuk berkontribusi dalam membangun peradaban.

Samangun Berharap agar diskusi ini dapat membantu para perempuan muda Tanimbar agar membangun mindset positif dan mengenal diri sendiri, memberi gambaran dalam merumuskan impian, tujuan dan rencana hidup, menentukan prioritas hidup, serta membuat dan mengaplikasikan manajemen waktu yang efektif, sehinga lebih produktif dan bisa berkontribusi dalam banyak hal ketika sudah menyadari segala macam potensi yang dimilikinya.

"Saya minta terimakasih kepada Ketua Yayasan Rumpun Lelemuku Saumlaki, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Ketua Tim Penggerak PKK dan Semua Stekholder lainnya atas bantuan dan dukungannya demi terselenggaranya kegiatan diskusi ini" Ungkap Samangun

Mekitekson Melayaman, S.Sos.,M.I.P (Akademisi) dalam pemaparan materinya tentang perempuan dalam perspektif feminisme dan gender, menegaskan bahwa :

Feminisme dan gender bukan hanya masalah perempuan tetapi juga laki-laki. pihaknya mengatakan bahwa feminisme lahir dan berkembang pada ruang dan waktu yang berbeda misalnya, feminisme di barat berbeda dengan di Indonesia. menurut dia, feminisme sebagai political positions untuk melawan konstruksi sosial-kultural, serta transformasi biologis yang menjustifikasi, bahwa perempuan itu feminis, dan laki-laki itu maskulin. hal tersebut merupakan cikal bakal opresi, lanjutnya.

Perempuan memiliki kebebasan yang sama seperti laki-laki. perempuan harus mempertahankan eksistensinya, melalui aktualisasi diri secara maksimal sehingga menjadi perempuan yang cerdas. iapun mengingatkan agar perempuan jangan jadikan dirinya sebagai objek bagi laki-laki.

Dalam penjelasannya tentang kesetaraan gender, menurutnya, negara hari ini telah menjamin perempuan pada ruang publik dan privat, seperti affirmative action dan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Ia menjelaskan juga, bahwa kekerasan terhadap perempuan yang sering terjadi, disebabkan oleh beberapa faktor antara lain ; pertama, patriarki (rules of the father) karena ketimpangan kekuasaan dalam keluarga. kedua, privilege yaitu hak istimewa. biasanya pada anak laki-laki; ketiga, permisif yaitu terjadi pembiaran karena dianggap masalah biasa saja  dalam keluarga.

Diskusi publik yang diselenggarakan ini, para pembicara turut memberikan kontribusi pikir yang baik dalam kegiatan tersebut yaitu :

Joice M. Fatlolon, S.P Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar :

Perempuan dalam kehidupannya, memiliki peran penting dan beberapa fungsi rangkap yaitu pendamping suami dan juga pengasuh anak, pengatur ekonomi keluarga dll.
melalui peran dan fungsinya, maka dibentuknya program PKK.

Semua peran perempuan dalam percepatan pembangunan SDM di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diwujudkan dengan implementasi 10 program PKK perempuan harus mampu mengupgrade diri sendiri.
Program unggulan PKK adalah HATINYA PKK, PHBS, dll dengan berpedoman pada 10 program pokok PKK.

"Saya Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar siap menerima pihak manapun untuk bekerjasama dalam melakukan program apapun demi Meningkatkan Kecerdasan, kreaktifitas masyarakat lebih khusus kaula muda anak Tanimbar" Beber Jois Fatlolon

Elisabeth I. Werembinan, SE.,MT
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Kabupaten Kepulauan Tanimbar :

Perempuan memiliki peranan yang juga tak kalah penting yaitu sebagai pencari nafkah tambahan dan juga profesional di dunia karir. berdasarkan data yang diperoleh bahwa masih banyak sekali kasus kekerasan terhadap perempuan yang ada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sehingga membuat anak-anak menjadi korban.

Dari Bulan Januari sampai Bulan Maret Tahun 2021 terdapat 8 kasus kekerasan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang dilaporkan.
Sampai saat ini, KDRT masih sering terjadi dalam kehidupan sebagian besar keluarga.

Perempuan harus memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi baik secara intelek maupun secara emosional, spiritual dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, maka perlu untuk dilakukan pelatihan kelompok usaha bagi perempuan

Dr Yuliana Ratuanak (Aktifis Perempuan Tanimbar) :

Ada 5 bahasa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Peran perempuan dalam tarian adat tanimbar diposisikan sebagai Limrity atau yang dihormati.

Peran perempuan dari sisi rumah adat adalah sebagai pemberi kehidupan.
pada prinsipnya, dalam tatanan adat Tanimbar perempuan itu dimuliakan dan dihormati. selain peran dalam keluarga, perempuan juga bisa menjadi pahlawan.

Ferly A. Sairmaly, SE.,M.Si (Akademisi) :

Perempuan memiliki semua potensi yang ada pada manusia dan dapat melakukan semua pekerjaan dalam waktu bersamaan (multitasking). Peran perempuan dalam perekonomian sangat besar. didalam keluarga sebagai rumah tangga ekonomi terkecil maupun di dalam lingkup ekonomi publik.

Perempuan memiliki kemampuan untuk membentuk usaha kreatif yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan dirinya maupun keluarga. keterlibatan perempuan dalam ekonomi publik sebagai direktris, manajer, CEO, UMKM, yang terus meningkat memberikan dampak peningkatan PDB yang terus tumbuh dalam perekonomian Global. (NFB/Red)

Artikel Terkait