Ticker

6/recent/Ticker-posts

Polres Halteng Di Beck UP Brimob Polda Malut Serta Stakeholder Berhasil Evakuasi Tiga Korban Pembunuhan di Hutan Halmahera

Sat Brimob Polda Malut, Polres Halteng bersama-sama dengan Satgas Pamrahwan, Koramil dan masyarakat, Saaat Melakukan Pencairan Korban Di Hutan 


TERNATE, indometro.id - Kepolisian Daerah Maluku Utara dalam hal ini Sat Brimob Polda Malut, Polres Halteng bersama-sama dengan Satgas Pamrahwan, Koramil dan masyarakat, telah berhasil mengevakuasi 3 (tiga) korban meninggal dunia yang diduga menjadi korban pembunuhan oleh Orang pedalaman di hutan Halmahera.

Kabidhumas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Adip Rojikan, menjelaskan bahwa menurut data yang diterima sekelompok warga diserang di pedalaman hutan Halmahera oleh kelompok orang  yang diduga  merupakan orang pedalaman  hutan halmahera  yang biasa disebut Suku togutil.

"Terdapat 3 (tiga) orang meninggal dunia yakni Yusuf (40), H. Masani (55) dan Risno (40), sementara itu korban selamat yakni Jahid (40), Martawan (45), Anto (45) dan Kopda Zain (35) yang merupakan Babinsa setempat di Koramil 1512-02/Patani". Tutur Adip 

Lanjut Kabidhumas menjelaskan proses evakuasi korban, Dari data yang dihimpun, Personel gabungan polres halmahera tengah , brimob polda , satgas pam rahwan , koramil  dan masyarakat yang melakukan pencarian pada minggu (21/3/2021) kembali ke Desa Tepeleo Kecamatan Patani Utara dengan membawa Bapak Mujahid yang berhasil meloloskan diri dalam keadaan selamat menuju kerumahnya.

“Senin (22/3/2021) proses pencarian dilanjutkan dengan rute km 5 sampai dengan TKP di Km 12 sekitaran sungai Gwonley belakang desa Damuli Kecamatan Patani Timur, sekitar pukul 13.45 siang, personel gabungan  mendapat informasi bahwa telah ditemukan 1 orang selamat dengan identitas Bapak Martawan (45)”. Jelasnya.

Pada Senin (22/3/2021) sekitar pukul 14.30 wit tim gabungan pencarian tiba di TKP Km 12 dan menemukan 3 sosok mayat yang sudah dalam keadaan rusak. 

Kemudian, dari informasi terbaru dilaporkan, bahwa 2 (dua) orang korban selamat atas nama Anto (45) dan Kopda Zain (35) sudah kembali dengan selamat yang sebelumnya melarikan diri ketika melihat pembunuhan tersebut.

Lebih lanjut Kabidhumas menjelaskan, dengan ditemukannya tiga korban meninggal dunia tersebut, Pada Selasa (23/03) bertempat di Desa Gomle tim yang dibagi menjadi 3 kelompok melakukan evakuasi korban dengan tujuan ke hutan Damuli (Km 10).

 “Tim 1 dan Tim 2 selanjutnya membawa korban meninggal dunia atas nama H. Masani dan yusuf menuju Puskesmas Desa Tepeleo untuk dilakukan visum, akan tetapi keluarga korban menolak sehingga korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga".ungkap Adip 

Sementara itu, Tim 3 yang akan membawa korban atas nama Risno belum bisa mengambil jenazah dikarenakan hujan lebat sehingga terjadi banjir di jalur yang akan dilalui oleh tim evakuasi, “Pada Rabu (24/03) sekitar pukul 08.00 - 03:00  wit tim yang melibatkan  Polres Halmahera Tengah,  Personel Sat Brimob Polda Maluku Utara, satgas pam rahwan, personil koramil  dan masyarakat melaksanakan evakuasi korban atas nama Risno di Hutan Gowonle”.

“Perjuangan Tim Gabungan Polres Halmahera Tengah , Brimob Polda Maluku Utara , Satgas Pam Rahwan, personil koramil   dan masyarakat sangat luar biasa, karena menembus rimbunnya hutan dengan jarak yang jauh serta medan yang sangat berat”. Ujarnya.

Tidak hanya jarak yang jauh dan medan yang berat, Tim gabungan juga mengalami kesulitan karena banyak perangkap jenis bambu runcing yang dipasang serta pohon ditebang pada jalan menuju tempat jenazah berada.

Polda Maluku Utara juga telah mengirimkan Tim Penyidik Ditreskrimum Polda Maluku Utara sejumlah 5 personel untuk memback up Polres Halmahera Tengah dalam penanganan kasus pembunuhan di hutan Halmahera.

Kabidhumas meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpancing, “Mari bantu Polres Halmahera Tengah dan Polda Maluku Utara ,  untuk penanganan peristiwa  ini sehingga segera mendapat titik terang dan kejadian serupa tidak terjadi kembali ”.pinta Kabid Humas 

Sukur 

Artikel Terkait