Reduce bounce ratesindo Ruteng Jadi Tuan Rumah Kongres PMKRI XXXIV, Bupati Manggarai, Hery Nabit Dorong PMKRI Berkontribusi bagi Pembangunan Nasional - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Ruteng Jadi Tuan Rumah Kongres PMKRI XXXIV, Bupati Manggarai, Hery Nabit Dorong PMKRI Berkontribusi bagi Pembangunan Nasional

 












Ruteng, Indometro.id – Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit secara resmi membuka Kongres Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII di Aula Asumpta Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (20/7/2026).

Pembukaan forum nasional tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian kongres yang berlangsung pada 19–25 Juli 2026 di Ruteng.

Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit menyampaikan rasa syukur karena Kabupaten Manggarai dipercaya menjadi tuan rumah agenda tertinggi organisasi mahasiswa Katolik tersebut.

Menurutnya, penyelenggaraan kongres di Ruteng merupakan kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi Manggarai sekaligus menunjukkan bahwa kawasan Indonesia Timur memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

Ia juga mengawali pidatonya dengan mengenang jasa para pendiri PMKRI yang telah memberikan pengabdian besar bagi gereja, bangsa, dan negara. Semangat para pendahulu, katanya, harus terus diwariskan kepada generasi muda dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Semangat pengabdian para pendiri PMKRI harus terus menjadi inspirasi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan bangsa," ujar Hery Nabit.

Jangan Minder Meski Kongres Dibuka Bupati
Dalam kesempatan itu, Hery Nabit mengajak seluruh peserta kongres agar tidak berkecil hati meskipun pembukaan kongres tidak dihadiri pejabat pemerintah pusat.

Ia menegaskan bahwa nilai sebuah organisasi tidak ditentukan oleh siapa yang hadir dalam acara pembukaannya, melainkan oleh kualitas gagasan dan kontribusi yang dihasilkan.
"Jangan berkecil hati jika kongres ini hanya dibuka oleh seorang bupati. Tetap percaya bahwa niat baik akan membuka jalan bagi perjalanan organisasi ini," katanya.

Menurut Hery, Manggarai masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan sebagai daerah yang berada di kawasan timur Indonesia. Ia bahkan menyebut wilayahnya bukan hanya menghadapi tantangan sebagai daerah 3T, tetapi memiliki tingkat keterisolasian yang lebih kompleks sehingga membutuhkan perhatian serius.

PMKRI Diharapkan Hasilkan Rekomendasi Strategis
Bupati Hery berharap Kongres PMKRI tidak sekadar menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

"Kami berharap kongres ini melahirkan rekomendasi nyata bagi pembangunan daerah 3T dan kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini perekonomian Manggarai masih bertumpu pada sektor pertanian. Sementara itu, persoalan infrastruktur, transportasi, logistik, dan pemerataan pelayanan publik masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Karena itu, menurutnya, penguatan otonomi daerah tetap menjadi instrumen penting dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional, terutama bagi wilayah Indonesia Timur.

Daerah Sederhana Bisa Melahirkan Gagasan Besar
Di hadapan ratusan peserta kongres dari berbagai daerah, Hery Nabit mengingatkan agar kader PMKRI tidak pernah merasa rendah diri hanya karena berasal dari daerah yang selama ini dianggap tertinggal.

Ia meyakini perubahan besar justru sering lahir dari daerah-daerah yang memiliki semangat, kreativitas, dan daya juang tinggi.
"Jangan pernah merasa kecil. Daerah sederhana pun mampu melahirkan gagasan besar bagi Indonesia," ujarnya.

Menurut Bupati Hery, Pemerintah Kabupaten Manggarai memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kongres PMKRI XXXIV karena organisasi tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan Gereja Katolik di Indonesia, telah melahirkan banyak kader bangsa, serta memiliki peran strategis dalam menyumbangkan gagasan kritis bagi pembangunan nasional.

Ia berharap PMKRI terus mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran baru mengenai pertanian modern, kewirausahaan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.








Ketua Panitia Pelaksana Kongres, Margareta Kartika

PMKRI Ruteng Soroti Rendahnya Minat Generasi Muda
Ketua Panitia Pelaksana Kongres, Margareta Kartika, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Kongres PMKRI di Ruteng.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan Ruteng bukan hanya karena dikenal sebagai daerah dengan julukan "kota seribu gereja dan seribu biara", tetapi juga karena mayoritas penduduknya beragama Katolik.

Namun demikian, menurut Kartika, minat generasi muda untuk bergabung dalam PMKRI masih tergolong rendah. Karena itu, ia mengajak Gereja, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat untuk mendorong anak-anak muda aktif berorganisasi sebagai ruang pembinaan kepemimpinan.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, pemerintah daerah, Gereja, aparat keamanan, sponsor, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan kongres nasional tersebut.










Ketua Umum PP PMKRI, Susana Florika M. Kandaimu

Ketua Umum PMKRI: Indonesia Timur Harus Keluar dari Label 3T
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PMKRI, Susana Florika M. Kandaimu, menegaskan bahwa pembangunan nasional harus dirasakan secara merata dari Sabang hingga Merauke.

Menurutnya, Indonesia yang berkeadilan adalah negara yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh anak bangsa tanpa membedakan wilayah.

Ia menegaskan PMKRI akan terus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus tetap konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat.

"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun sinergi untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur, khususnya bagi masyarakat Indonesia Timur," katanya.

Susana juga menyampaikan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan kawasan timur Indonesia sehingga tidak lagi menyandang predikat daerah 3T.

Pada kesempatan itu, ia turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang sebelumnya dijadwalkan hadir membuka kongres, namun batal karena mendapat agenda mendadak di Istana Kepresidenan.

Dengan suara bergetar, Susana juga menyampaikan apresiasi kepada para pastor dan guru asal Nusa Tenggara Timur yang selama ini mengabdikan diri di Tanah Papua.
"Terima kasih kepada para pastor dan guru asal NTT yang telah mengabdikan diri bagi masyarakat Papua," ungkapnya.

Dihadiri Berbagai Tokoh
Pembukaan Kongres PMKRI XXXIV dan MPA XXXIII turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai, perwakilan pemerintah kabupaten di wilayah Flores, pimpinan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung, pimpinan organisasi kepemudaan, Kapolres Manggarai, Dandim 1612 Manggarai, tokoh Gereja, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan mengusung semangat persatuan dan pengabdian, Kongres PMKRI XXXIV diharapkan menghasilkan kepemimpinan baru sekaligus rekomendasi strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional, khususnya bagi kemajuan kawasan Indonesia Timur.     (****)

Posting Komentar untuk "Ruteng Jadi Tuan Rumah Kongres PMKRI XXXIV, Bupati Manggarai, Hery Nabit Dorong PMKRI Berkontribusi bagi Pembangunan Nasional"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?