Ruteng, NTT, Indometro.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., menyerahkan bantuan tahap awal sebanyak 30 ton bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Selasa (25/8/2026).
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, di Posko Utama Penanggulangan Gempa Flores, Kabupaten Manggarai.
Dalam kesempatan itu, Bupati Hery Nabit menyampaikan perkembangan penanganan pascagempa kepada Menteri PPPA. Berdasarkan data yang disampaikan, hingga saat ini gempa Flores telah menyebabkan 41 orang meninggal dunia, 58 orang mengalami luka berat, dan 474 orang luka ringan.
Selain korban jiwa dan luka-luka, gempa juga menyebabkan puluhan ribu warga harus mengungsi. Pengungsian dilakukan melalui posko terpusat maupun pengungsian mandiri yang dibangun masyarakat di sekitar rumah masing-masing.
“Pemulihan pascagempa yaitu menyalurkan bantuan kepada para korban di seluruh pelosok Manggarai. Selanjutnya masyarakat akan membangun kembali rumah mereka yang terdampak, baik rusak berat maupun rusak ringan,” ujar Bupati Nabit.
Menurutnya, proses pemulihan tidak berhenti pada pembangunan kembali rumah warga. Pemerintah juga harus memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana.
“Kita tahu, membangun rumah itu tidak gampang. Setelah itu selesai, kami berpikir bagaimana menyekolahkan anak,” katanya.
Ribuan Kelompok Rentan Terdampak
Bupati Nabit juga menjelaskan kondisi kelompok rentan yang berada di lokasi pengungsian. Dari 50.556 orang pengungsi, terdapat 199 ibu hamil, 793 ibu menyusui, 1.853 balita, 2.023 anak-anak, serta 191 lansia.
Dengan demikian, jumlah kelompok rentan yang tersebar di 80 posko pengungsian mencapai 6.317 orang.
Pemerintah Kabupaten Manggarai, kata Nabit, terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah.
“Semua masyarakat Manggarai merasakan dampak gempa ini. Namun di lapangan, para kepala desa membaginya secara merata karena semua terdampak,” jelasnya.
Wilayah utara Manggarai menjadi salah satu kawasan yang mengalami dampak cukup berat. Menurut Bupati Nabit, kondisi tersebut berkaitan dengan lokasi episentrum gempa yang berada di wilayah utara Flores.
Di sektor kesehatan, pemerintah juga terus memperkuat pelayanan bagi korban. Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan yang telah mendirikan rumah sakit lapangan di GOR Golo Dukal untuk membantu menangani korban luka.
Di sisi lain, sebanyak 23 puskesmas di Kabupaten Manggarai dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat gempa.
Presiden Instruksikan Penanganan Terbaik
Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, setelah gempa bumi mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dengan menginstruksikan para menteri koordinator untuk segera turun ke wilayah terdampak.
Menurut Arifatul, instruksi Presiden sangat jelas, yakni memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan dan bantuan terbaik.
“Berikan pelayanan yang terbaik untuk saudara kita di Flores,” ujar presiden Probowo kepada Menteri PPPA.
Ia menegaskan, Kementerian PPPA menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perhatian khusus kepada perempuan dan anak yang terdampak bencana.
“Kami semua ada bersama masyarakat Flores yang terdampak gempa,” katanya.
Bantuan sebanyak 30 ton yang diserahkan kali ini merupakan bantuan tahap awal. Arifatul memastikan bantuan berikutnya akan kembali disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Menurutnya, bantuan tahap pertama lebih banyak diarahkan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan anak, antara lain susu, perlengkapan bayi dan anak, serta berbagai kebutuhan lainnya.
“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan empati kami untuk masyarakat Flores,” ujarnya.
Gandeng Berbagai Mitra
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Kementerian PPPA juga menggandeng sejumlah mitra pembangunan, di antaranya Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Danone, Nestle, organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU), kalangan perguruan tinggi, serta berbagai lembaga dan dunia usaha.
Arifatul mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk gotong royong untuk membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Kita bahu-membahu berkolaborasi. Inilah asli Indonesia, bergotong royong meringankan beban saudara kita yang membutuhkan bantuan,” ungkapnya.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi dalam kunjungan tersebut didampingi Deputi Perlindungan Khusus Anak (PKA) Titi Eko Rahayu, Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Susanti, serta sejumlah mitra, lembaga, organisasi perempuan, organisasi keagamaan dan dunia usaha.
Kami juga membawa serta Kak Seto Mulyadi, untuk membantu memberikan trauma healing kepada anak-anak pasca gempa. Selanjutnya, kata Menteri P3A, kita libatkan beberapa kampus dengan program KKN di Flores ini untuk pemulihan trauma pasca gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 kepada anak-anak kita, tegasnya.
Pemerintah berharap dukungan lintas kementerian, lembaga, organisasi masyarakat dan dunia usaha dapat mempercepat penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi Flores M7,7, khususnya perempuan, anak-anak dan kelompok rentan. (****)




Posting Komentar untuk "Menteri PPPA Serahkan 30 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Flores M7,7"