Ticker

6/recent/Ticker-posts

Tradisi Nyiwak Di Lombok Tengah




IndoMetro Lombok. Suku Sasak Lombok memiliki berbagai macam tradisi, budaya, adat istiadat, dan bahasa. Jika kita melihat setiap daerah bahkan dusun sekalipun di pulau Lombok memakai berbagai macam bahasa yang berbeda-beda. Tak hanya bahasa tradisi yang lain pun masih banyak yang kita temui mulai dari Permainan seperti, presean, Gansingan,
Beledoq.an, selodor, nongkeman dan lain sebagainya. Pernikahan seperti, Nyelabar, Pembayun, Nyongkolan, Bales lampak Nae. Musik seperti, Cilokak, Gendang Beleq, Peraje, kecodaq dan masih banyak lagi yang lainnya yang menandakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi, adat istiadat, budaya maupun bahasa.

Adapun beberapa tradisi  yang kerap dilaksanakan oleh masyarakat Suku Sasak setiap ada orang yang meninggal dunia, mulai dari :
1. Selamat bumi (Hari pertama orang mati) di rangkai dengan zikir dan pada malam harinya baca surah Yasin.
2. Nelung (Hari ketiga kematian) di rangkai dengan zikir dan pada malam harinya baca surah Yasin.
3. Mituq (Hari ke tujuh kematian) di rangkai dengan zikir dan pada malam harinya baca surah Yasin.
4. Nyiwaq (Hari ke sembilan kematian) pada saat Nyiwak ini, warga masyarakat khususnya yang perempuan akan berdatangan ke rumah dari keluarga yang meninggal untuk memberikan beras (Begawe Pati) dan pada saat malam harinya masyarakat yang laki-laki dan perempuan akan menyiapkan menu makanan untuk diberikan kepada masyarakat yang telah membawa beras ke rumah duka (begawe Pati) pada saat pagi harinya. 
5. Metang Dase (hari ke Empat puluh kematian) pada saat hari ke 40 ini akan di isi dengan zikir biasa.
6. Nyatus (Hari ke 100 Kematian) pada saat hari ke 100 ini akan di isi dengan zikir biasa.
7. Nyeribu (Hari ke 1000 kematian) pada saat hari ke 1000 ini akan di isi dengan zikir biasa.

Itulah beberapa Tradisi Pati Suku sasak pada saat ada dari salah satu masyarakat yang meninggal dunia. Semoga tradisi yang di turunkan oleh nenek moyang pada zaman dahulu tetap terjaga dan tidak di makan oleh zaman.

Sudirman Lombok

Artikel Terkait