Ticker

6/recent/Ticker-posts

'Surat Cinta Untuk calon Mertua''




luna memasukkan buku pelajarannya ke dalam laci meja. Bel istirahat sudah berbunyi lima menit yang lalu.

“Sa, kantin yuk.”
luna menoleh ke arah suara. Anna, teman sebangku nya sudah berdiri di depan pintu kelas.
“Ya, duluan aja,” jawabnya singkat.
ani mengangguk dan segera pergi meninggalkan luna sendirian di ruang kelas. Karena teman-temannya yang lain sudah berhamburan menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang lapar.

luna mengeluarkan handphone dari saku rok abu-abunya. Sebuah pesan masuk mengalihkan perhatiannya.erik. Cowok yang memiliki status sebagai pacar luna. Mereka bersekolah di sekolah yang sama, hanya saja berbeda kelas.

luna memasukkan kembali handphonenya setelah mengirim balasan pada pacarnya itu. Lalu ia keluar dari kelas, berniat untuk pergi ke kantin dan mengisi perutnya. Karena sebentar lagi jam istirahat akan segera habis.

luna mendudukkan dirinya di meja kantin. Bersebelahan dengan lina, yang tengah memakan batagornya.

“Kok lama sih?” tanya Anna setelah menelan suapan batagornya yang terakhir.
“Tadi erik sms, jadi gue bales dulu,” jawab luna, kemudian memakan bakso yang tadi ia pesan.
“Yaelah, cuma sms doang. Sambil jalan bisa kali, balesnya.”


“Biarin lah, yang jomblo sirik aja.”

“Eh, enak aja lo kalo ngomong.”
lina menepuk pundak luna kesal. luna terkekeh geli.
“Ya, emang fakta kan.”
“Nggak gitu juga kali Sa, banyak orang denger nih.”

lina bersungut kesal. Status jomblonya itu hanya dia, lisa, dan Tuhan lah yang boleh tahu.

Tiba-tiba, seseorang datang sambil menggebrak meja yang ditempati oleh lunadan lisa.
“RIRI ! Ngagetin aja sih!” luna mengusap dadanya pelan, karena kaget oleh temannya, RIRI, yang datang tidak diundang dan langsung menggebrak mejanya tanpa permisi.

“Hehe, kalem Sa. Nih, ada titipan dari bebep lo.”
Riri menyerahkan sebuah amplop berwarna pink kepada luna

“Apaan nih?” luna mengernyitkan dahinya, bingung.
“Elah, lemot amat sih. Itu dari erik dia nitipin ini ke gue buat disampein sama lo.”
“Kok dititipin sama lo sih?”
“Tau lah, tanya aja sama dia. Eh, pulang sekolah nanti gue duluan. Gak mau gue jadi kambing congek 

diantara kalian.”

luna melirik ani tajam. Yang ditatap malah menampilkan senyum tanpa dosa.“Yaudah, makasih ya. Sampein ke erik, lain kali kasih suratnya langsung aja.”

“Ah, males gue. Gimana nanti aja, gue cabut ya. Bye. Eh, Ani, cepet taken ya. Emang nggak bosen apa jadi jones mulu?”

Ani yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan langsung melotot tatkala mendengar kalimat yang riri sampaikan.

“Eh si dugong, ngaca woy!”

ani berteriak kesal pada Riri, yang kini sudah lari terbirit-birit untuk menghindari serangan dari Ani.

luna menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua temannya itu. Lalu kembali mengalihkan perhatiannya pada amplop pemberian dari Erik.
Sebuah amplop pink yang ditempeli stiker hati pada bagian depannya.
“Ini apaan sih? Surat cinta kali ya, emang sekarang masih jaman surat-suratan.”

Luna terkekeh geli, membayangkan pacarnya itu memuliskan kata-kata yang puitis dan menuliskannya pada sebuah surat. Itu sama sekali bukan Erik.

Kelas X IPS 2 sedang jamkos, guru yang seharusnya mengajar sedang berhalangan hadir. Suasana di kelas sangatlah ribut, bisa dibayangkan jika sebuah kelas tanpa adanya guru, dan tanpa tugas pula. Merdeka.

luna duduk di bangkunya sambil membolak-balik amplop pink pemberian dari Erik.

“Buka nggak ya?”
Luna masih menimang-nimang untuk membuka amplop itu ataukah tidak.

“Buka aja deh, penasaran.”

Luna kemudian mencopot stiker berbentuk hati yang berfungsi sebagai perekat amplop tersebut. Dikeluarkannya sebuah kertas berwarna pink dari dalamnya. Kemudian membuka lipatannya, dapat ia lihat tulisan yang dibuat oleh Putra untuknya.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam rindu dari calon menantumu bu. Saya ERIK SANJAYA, bermaksud untuk berkunjung ke rumah ibu. Hari ini, tepat hari Jum’at 17 November 2017, saya berniat untuk melamar putri ibu yang bernama LUNA ARDIANA untuk menjadi pendamping di masa depan saya kelak.

Saya harap, ibu sudi untuk merestui niat saya yang akan melamar anak ibu. Saya janji akan membahagiakannya dengan sepenuh hati dan segenap jiwa raga saya. Saya berjanji tidak akan menyakitinya, membuatnya terluka, dan membuatnya menangis.

Mungkin itu saja yang akan saya sampaikan. Tunggu kedatangan saya di rumah bu. Saya harap ibu tidak menolak saya, nanti saya bisa nangis. Muka saya nggak ganteng lagi nanti.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Salam penuh cinta dari
calon menantumu

Erik Sanjaya

Luna tertawa geli setelah membaca isi surat pemberian Erik. Ia bilang akan melamarnya hari ini juga, benar-benar konyol.

Erik memang memintanya untuk pulang bersama dan akan berkunjung ke rumahnya untuk bermain. luis juga sudah mengenal baik ibunya, tapi dia sebelumnya tidak pernah membuat surat-surat seperti ini.


penulis: indah rahayu









Artikel Terkait