Reduce bounce ratesindo Sapi Penggemukan Program BUMDes Desa Gambarsari Subang Dipertanyakan Warga, Ketua BUMDes Jamin tidak Ada Mark-up - Indometro Media

Sapi Penggemukan Program BUMDes Desa Gambarsari Subang Dipertanyakan Warga, Ketua BUMDes Jamin tidak Ada Mark-up

SUBANG, INDIMETRO.ID - Warga Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, mempertanyakan transparansi program penggemukan sapi yang dikelola oleh BUMDes PKM Pesona Karya Mandiri.

Berdasarkan laporan pada Minggu (18/1/2026), terdapat tiga poin utama yang menjadi sorotan warga

Warga menduga ukuran sapi yang dibeli terlalu kecil dan tidak sesuai dengan spesifikasi anggaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) 
Ia juga mempertanyakan terkait Status hukum penggunaan lahan untuk kandang sapi belum jelas.

"Kami meminta kepastian apakah lahan tersebut berstatus sewa-menyewa, pinjam pakai, atau kontrak sah lainnya," Tanya A Warga Desa Gambarsari Kepada Media ini.

Selain itu, Ia juga menemukan komponen gaji Manajer BUMDes sebesar Rp36 juta di dalam RAB penyertaan modal senilai Rp224 juta dari Dana Desa. 

"Kami berpendapat bahwa gaji pengelola seharusnya diambil dari laba usaha, bukan memotong modal awal yang bersumber dari Dana Desa," Tandasnya
Sementara itu, Ketua BUMDes Pesona Karya Mandiri Desa Gambarsari, Sopian saat dikonfirmasi pada Senin (19/01/2026) menjelaskan dan membenarakan bahwa Pada Tahun 2025 BUMDes PKM Pesona Karya Mandiri mendapatakan kucuran dana sebesar Rp. 224 Juta yang dialokasikan untuk modal usaha ketahanan pangan yang digunakan untuk mengelola ternak sapi.

"Maka, dengan anggaran sebesar itu. Kami, berinisiatif untuk mengelola ternak sapi dan juga memanfaatkan potensi lokal berupa melimpahnya rumput dan jerami di Desa Gambarsari, serta menjawab tingginya permintaan daging sapi saat momen Lebaran dan Idul Adha," Jelasnya

"Kami, memilih jenis Limosin dan Simental karena daya tahan tubuh dan adaptasi yang baik, serta kualitas daging yang unggul, meskipun harga beli bibitnya cenderung lebih mahal," Sambungnya

Ia juga mengungkapakan bahwa Dana tersebut tidak hanya untuk pembelian sapi, tetapi juga mencakup untuk Pembangunan kandang dan penyewaan lahan.
Instalasi penerangan dan penyediaan sumber air.

" Ya, termasuk Pembelian bahan pakan tambahan dan peralatan pendukung serta Anggaran khusus untuk kesehatan hewan," Ungkapnya
Menanggapi isu yang beredar di masyarakat, Ia menegaskan bahwa lokasi kandang tersebut yang berada dilahan pribadi dengan status sewa

"Tanah yang digunakan, setatus sewa," Tegasnya

Ia juga menjelaskan bahwa dengan Menempatkan kandang di dekat rumah bertujuan untuk memudahkan pengawasan langsung (kelihatan) guna meminimalisir risiko kehilangan atau pencurian.

"Ini penting karena sapi merupakan aset Masyarakat dan negara," Tuturnya 

Ia juga menyampaikan rencana akan integrasi dengan CCTV dan jaringan internet yang bertujuan untuk menciptakan sistem keamanan pintar (smart farming) yang memungkinkan pemantauan jarak jauh. 

"Itu, akan sejalan dengan upaya meningkatkan keamanan dan efisiensi manajemen ternak,"Katanya

Ia juga mengatakan jika nanti pandangan masyarakat sudah menganggap ternak sapi sangat menguntungkan, pengembangan usaha bisa diperluas.

"Jadi ini, untuk bertujuan mencegah usaha menjadi terbengkalai ("berabe dan mubajir") serta mempermudah akses perawatan harian," Katanya

Dalam Usaha ini, Ia menuturkan ingin dilakukannya dengan serius dan terencana tidak asal-asalan. Fokus saat ini mencari orang yang siap dan berkomitmen untuk mengambil/mengurus rumput.

"Memang saat ini, Kami belum Penyampaian Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kami nanti akan kami sampaikan saat anggota sudah resmi bergabung sebagai Anak Buah Kandang (ABK) di BUMDes," Tuturnya

Ia juga menerangkan bawa Harga sapi yang dibelinya bervariasi tergantung penyedia.

 " Saya menjamin tidak ada mark-up (penggelembungan harga) dan terbuka untuk audensi atau sidak langsung ke tempat penyedia jasa untuk membuktikan harga sapi,"

Ia juga mengklarifikasi bahwa
Tidak ada gaji tetap untuk ketua/direksi/pengurus BUMDes.

"Dana Rp 36 juta yang sempat dibicarakan bukan gaji pengurus, melainkan awalnya direncanakan untuk insentif pengurus/anak buah kandang yang mengurus sapi selama 12 bulan (dikisaran Rp2,8 juta)," Terangnya

"Dan masyarakat keberatan dan lebih memilih sistem maro (bagi hasil), dana tersebut dialihkan untuk pembelian bibit sapi yang lebih besar/tua agar panen lebih cepat," Pungkasnya

Sementara itu, Camat Pagaden Wawan saat dimintai keterangan melalui telpon selulernya Senin (19/1/2026) mengakui telah mengonfirmasi Kepala Desa Gambarsari bahwa anggaran gaji pegawai BUMDes telah digeser/dialihkan. 

"Gaji pegawai saat ini bersumber dari keuntungan BUMDes, sehingga jika ada keuntungan barulah pegawai digaji," Kata Kades kepada Camat

Camat juga mengatakan bahwa Meskipun ada pengalihan dana, jumlah sapi yang dikelola tetap 10 ekor. Namun, Kata Camat terjadi perubahan jenis/kualitas sapi (campuran lokal, simental, dan limosin) dengan harga per ekor kisaran Rp14-15 juta.

"Pengalihan itu, bertujuan untuk meningkatkan keuntungan BUMDes melalui penggemukan sapi jenis unggul (Simental/Limosin) yang dinilai menjanjikan jika berhasil," Terangnya

Camat telah mengingatkan kepada Kepala Desa dan ketua BUMDes agar pembelian sapi harus sesuai prosedur yang berlaku dan harga yang wajar (transparan). 

Udin




Posting Komentar untuk "Sapi Penggemukan Program BUMDes Desa Gambarsari Subang Dipertanyakan Warga, Ketua BUMDes Jamin tidak Ada Mark-up"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?