Pringsewu, indometro.id - Pekon Kuta Waringin, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, menjadi sorotan publik pada Selasa (03/03/2026) setelah beredar informasi terkait dugaan roti berjamur yang dibagikan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Roti tersebut diketahui disuplai oleh SPPG Langgeng Jaya Adiluwih.
Kabar ini memicu keresahan warga, khususnya para orang tua yang anak-anaknya menjadi penerima manfaat program tersebut. Mereka khawatir terhadap potensi dampak kesehatan apabila makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi layak.
Tim media yang turun langsung ke lokasi melakukan verifikasi dengan mewawancarai sejumlah penerima manfaat. Seluruh narasumber yang ditemui menyatakan bahwa roti yang diterima menunjukkan tanda-tanda jamur yang terlihat jelas.
Saat dikonfirmasi apakah kemungkinan perubahan warna pada roti disebabkan oleh isi seperti kacang hijau atau cokelat yang keluar, salah satu warga menegaskan bahwa perbedaan antara jamur dan isi roti sangat jelas. Pernyataan tersebut memperkuat dugaan warga bahwa roti yang dibagikan memang tidak layak konsumsi.
Upaya konfirmasi kemudian dilakukan ke pihak SPPG Langgeng Jaya Adiluwih. Tim media bertemu dengan seorang pria bernama Andre yang mengaku sebagai pengaman di lokasi tersebut. Ia menjadi satu-satunya pihak yang bersedia memberikan keterangan saat itu.
Andre membantah tudingan adanya roti berjamur. Menurutnya, perubahan warna pada roti terjadi akibat isi roti yang keluar dan meninggalkan bekas, bukan karena jamur.
Namun, ketika ditanya mengenai tanggung jawab atas pernyataan tersebut secara hukum dan profesional, Andre enggan memberikan jawaban lebih lanjut. Ia menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan ahli gizi.
Permintaan tim media untuk bertemu langsung dengan pemilik SPPG maupun ahli gizi yang bertanggung jawab atas kualitas makanan tidak dikabulkan. Permintaan nomor kontak untuk konfirmasi lanjutan juga tidak diberikan.
Sikap tertutup ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengingat program MBG menggunakan anggaran publik, warga menilai transparansi dan akuntabilitas seharusnya menjadi prioritas.
Warga Pekon Kuta Waringin mendesak instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta pihak berwenang lainnya, untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas makanan yang disuplai.
Mereka berharap ada evaluasi dan tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran, guna mencegah kejadian serupa terulang, terutama karena penerima manfaat program ini mencakup balita dan anak-anak yang rentan terhadap risiko kesehatan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pemilik maupun ahli gizi SPPG Langgeng Jaya Adiluwih terkait dugaan roti berjamur dalam program MBG di Pekon Kuta Waringin. Warga kini menunggu langkah konkret pemerintah untuk memastikan keamanan pangan dalam program tersebut tetap terjaga.(*)


Posting Komentar untuk "Roti MBG Diduga Berjamur, Warga Desak Pemeriksaan SPPG Langgeng Jaya Adiluwih"