Pesawaran, indometro.id – Polemik kepemimpinan adat di lingkungan Marga Badak, Kuta Dalom, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran kembali mencuat setelah pernyataan tegas disampaikan oleh Mas Ngakhujung VII dalam statemen yang di-upload dalam akun medsosnya.
Dalam statemen yang beredar di media sosial Tiktok, Hadriyanto gelar Mas Ngakhujung VII menegaskan bahwa sudah saatnya dinamika dalam Marga Badak dibuka secara terang dan dibahas bersama para tokoh adat yang memiliki keterkaitan dengan struktur kepemimpinan adat tersebut.
Ia menyebut sejumlah tokoh dan jabatan adat dalam Marga Badak, di antaranya Khaja Bangsawan, Khadin Simbangan, Temenggung Badak, serta Dalom Jaya Utama, untuk bersama-sama membuka kembali masalah yang selama ini dinilai belum terselesaikan.
Hadriyanto gelar Mas Ngakhujung VII juga menyinggung hubungan antara Mas Ngakhujung dengan Gimbakh Kumala dan Khaja di Bandakh. Menurutnya, hubungan tersebut perlu dibuka dan dibahas secara terbuka demi kejelasan posisi dan struktur adat di lingkungan Marga Badak.
“Kemarilah kalian, jika memang tokoh adat Marga Badak. Mari kita buka dan bahas bersama persoalan ini,” ujar Mas Ngakhujung VII dalam pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa pertemuan para tokoh adat dinilai penting untuk mengurai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat adat Marga Badak di wilayah Way Lima.
Pernyataan tersebut pun memicu perhatian masyarakat, mengingat polemik kepemimpinan adat Marga Badak sebelumnya juga sempat menjadi perbincangan di lingkungan masyarakat adat setempat.
Salah seorang tokoh masyarakat di Way Lima yang peduli dengan adat istiadat Lampung memberikan tanggapan terkait pernyataan tersebut.
"Sebaiknya segera diselesaikan dengan mengumpulkan tokoh-tokoh adat dan pemerintahan desa agar kegaduhan dan polemik adat dapat diselesaikan", ucapnya, Kamis (06/03/2026).
Tokoh masyarakat berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah adat sehingga tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. (*)


Posting Komentar untuk "Polemik Adat Marga Badak Memanas, Mas Ngakhujung VII Ajak Tokoh Adat Segera Turun Tangan"