Ticker

6/recent/Ticker-posts

QAnon Buatan Rusia-Cina?


Bendera QAnon. Wikipedia


indometro.id - Joe Biden telah resmi dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-46 dan menandakan kemunduran Donald Trump sebagai presiden.


Ini mempengaruhi keberadaan QAnon atau pendukung Trump yang sering menyebarkan teori konspirasi di media sosial dan membuat AS menjadi tidak stabil. 


Tak bisa dipungkiri, banyak teori konspirasi yang beredar saat ini disebarkan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan tertentu. 


Sebagian pengikut QAnon merupakan anti-vaksin. Rusia dan Cina mungkin akan menyukai apabila populasi di AS rentan terkena penyakit, seperti COVID-19.


Sehingga mereka memakai QAnon untuk menyebarkan teori konspirasi COVID-19 supaya masyrakat AS takut untuk melakukan vaksinasi. 


Pada pilplres AS 2016 lalu, investigasi Mueller menyimpulkan propaganda media sosial oleh Rusia membawa pengaruh ke sistem politik di AS. 


AS yang sebagai negara adidaya tentunya akan membawa pengaruh besar ke negara sekitarnya, seperti Indonesia. 


Dan Tokoh Intelijen Nasional, Jendral TNI (Purn) Prof. Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono mengatakan bahwa, semua ini akibat negatif teori konspirasi di AS. 



(Andreas)

Artikel Terkait