Ticker

6/recent/Ticker-posts

Manusia dan Sampah

 MANUSIA DAN SAMPAH

Oleh: Saras Mitaningsih


Manusia dan sampah merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Ibarat dua mata koin, di mana ada manusia di situ ada sampah. Meskipun sebenarnya sampah tidak hanya sisa material yang dihasilkan oleh manusia.  Alam pun menghasilkan sampah seperti dedaunan kering dan material sisa dari binatang. 

Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam. Setiap hari manusia menghasilkan sampah. Mulai dari sampah manusia yaitu tinja (feses), sampah cair air kotor dari kamar mandi dan kegiatan rumah tangga, dan sampah konsumsi sampah yang dihasilkan oleh pengguna barang yang dibuang di tempat sampah. Sampah dari pasar seperti sisa buah dan sayuran, sampah dapur, dan sampah dari fasilitas umum seperti sekolah, perkantoran dan Rumah Sakit merupakan sampah konsumsi. Sampah-sampah tersebut jika tidak dikelola dengan baik tentu akan menimbulkan masalah. 

 Masalah sampah khususnya di kabupaten Kebumen tampaknya bukan masalah yang sederhana. Apalagi setelah ada peraturan daerah tentang larangan membakar sampah bagi setiap orang kecuali sampah infeksius di rumah sakit dengan menggunakan incinerator, tentu konsekuensinya setiap orang harus membuang sampah pada tempatnya. Namun, membuang sampah pada tempatnya saja itu tidak cukup. Pengelolaan dengan sistem open dumping/sanitari renfile seperti yang diterapkan di Kebumen, membuat sampah semakin menumpuk dan menyita lahan yang semakin luas. Belum lagi biaya opersional pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA tentu memakan anggaran yang tidak sedikit. 

Pertanyaannya, bagaimana pengelolaan sampah yang tepat. Apakah sampah-sampah tersebut hanya akan berakhir di TPA dan menjadi syurga pesta bagi tikus-tikus dan lalat hijau. Bagaimana dampaknya bagi lingkungan dan masyarakat. Bagaimana cara menghancurkan dan menghilangkan sampah yang sudah seperti lautan sampah tersebut.


Sempor 

Artikel Terkait