Ticker

6/recent/Ticker-posts

Mahasiswi PKL 2 (Kedua) Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Lakukan Pendampingan Belajar Kepada Anak-Anak di Kelurahan Tanjungsari Pada Masa Pandemi Covid-19


Emmi Dawarni Siregar, mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU dengan supervisor sekolah Ibu Hairani Siregar S.Sos M.SP, melaksanakan praktikum selama 1 (satu) semester kepada anak-anak di Kelurahan Tanjung Sari Pasar Dua, Jalan Sempurna, Gang Flamboyan, Kecamatan Medan Selayang Kota Medan.

Dunia digemparkan dengan munculnya virus Corona. Virus Corona mulai masuk ke Indonesia sejak Maret 2020. Penyebaran virus Corona yang sangat cepat berdampak terhadap berbagai bidang kehidupan manusia. Salah satu bidang yang terimbas adalah pendidikan. Pandemi Covid- 19 membuat pembelajaran tidak dapat dilakukan secara tatap muka seperti biasa.

Berdasarkan hasil asesmen dan observasi yang dilakukan sejak akhir September hingga awal Oktober 2020 terlihat banyak kendala maupun masalah yang ditemukan saat menjalani praktikum di antaranya yaitu: banyak anak-anak yang malas belajar karena ketidak pahaman terhadap materi pelajaran di sekolah sehingga berimbas kepada ketertinggalan pelajaran. Selain itu tidak adanya pendamping belajar di rumah sehingga PR yang yang diberikan guru selalu menumpuk karena tidak dikerjakan.

Emmi menyampaikan, dengan adanya kebijakan belajar secara online membuat anak-anak sering mengalami kebosanan ditambah lagi terkadang situasi anak-anak yang tidak memiliki kuota untuk membuka pelajaran semakin menambah kemalasan mereka untuk belajar.

Atas dasar Inilah, Emmi tergerak untuk membuat berbagai perencanaan untuk memudahkan anak - anak dalam belajar. Intervensi maupun inovasi yang dilakukan yaitu dengan membentuk sebuah kelompok belajar dengan nama "Keling" yaitu singkatan dari Kelompok Daring yang terdiri dari kumpulan anak-anak yang tinggal di Kelurahan Tanjung Sari.



"Melalui kelompok belajar yang sudah terbentuk saya disini membantu adik-adik untuk mengerjakan PR yang selalu mereka bawa saat datang belajar, membahas materi pelajaran yang tidak mereka mengerti dan saya juga sering memberikan edukasi kembali seputar berhitung, pengetahuan umum dan Bahasa Inggris untuk bisa meningkatkan pengetahuan anak-anak", ujar Emmi.

Metode yang dilakukan dalam praktikum ialah dengan FGD (Focus Group Discussion) dengan membentuk kelompok belajar. Dalam metode ini sering dilakukan diskusi baik dengan anak-anak maupun orang tua untuk membahas terkait perkembangan belajar anak.

Rangkaian kegiatan lain yang juga dilakukan selama praktikum diantaranya yaitu: sosialisasi cara mencuci tangan yang baik dan benar sesuai dengan anjuran WHO, melakukan senam sebagai salah satu penerapan pola hidup bersih dan sehat, melakukan motivasi gapai cita-cita kepada anak-anak untuk terus semangat belajar dan melakukan pengajian malam di setiap hari Selasa untuk meningkatkan pemahaman agama anak-anak.

Dampak yang terlihat dengan dibentuknya kelompok belajar yaitu: anak-anak semakin memahami materi yang diberikan di sekolah, anak-anak tidak lagi kesusahan dalam mengirim tugas dari sekolah melalui handphone, anak-anak sadar untuk menjaga kebersihan dengan tidak lagi lupa untuk mencuci tangan sebelum belajar dan adanya peningkatan kesadaran untuk melakukan salat setelah selesai belajar.

Terminasi merupakan tahap akhir dalam praktikum yang dilakukan setelah melihat berbagai dampak positif yang muncul dengan adanya kelompok belajar. Terminasi dilakukan pada 20 Desember 2020 dengan peran yang sudah dijalankan sebagai edukator, motivator dan fasilitator. 

Di akhir praktikum Sabtu (10/10/2020) lalu salah satu orang tua murid, Susi warga Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang mengucapkan terima kasih karena sudah mempermudah anak mereka dalam belajar.

"Dengan adanya mahasiswa yang praktikum di sini saya sebagai orang tua merasa terbantu dan senang karena disela saya mencari nafkah anak-anak tidak lagi mengalami kesusahan dalam memahami materi pelajaran di sekolah karena sudah ada yang menemani belajar. Besar harapan anak-anak tidak lagi malas belajar dan semangat untuk menggapai cita-cita," Ujar Susi.

Artikel Terkait