Ticker

6/recent/Ticker-posts

Ketua DPD PKS : Menurunkan Bendera Robek di Laman DPD PKS

Menurunkan Bendera Robek di Laman DPD PKS


Bangka, indometro.id - Team Media melewati Jalan Anggrek, Karya Makmur, Pemali, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung di laman depan Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bangka berkibar Bendera Negara Robek, Senin (18/01/2021), pukul 13.24 WIB.

Kemudian team Jejak kasus. Info dan Indometro minta izin untuk diturunkan bendera merah putih yang robek yang langsung diturunkan langsung oleh Boy Karolta selaku Ketua DPD PKS Kabupaten Bangka.

Saat dikonfirmasi Boy menyampaikan, “Bendera ini sejak tahun 2019 sudah 3 (tiga) kali ganti dan saya sendiri yang pasang,” ucapnya sambil menurunkan Sang Merah Putih.

“Berhubung juga lagi renov (renovasi), jadi semuanya dalam proses perbaikan. Berita pertama keluar saat berita di Dinas itu sudah saya minta untuk diganti. Dan ini (kantor) sempat tutup satu bulan karena ada yang covid-19. Baru buka (Kantor) 2 (dua) hari, kemaren sama hari ini. Dan ini memang abai,” Jelas Boy.

Lanjutnya, “Ada semacam edukasi atau sosialisasi, kenapa dari tahun kemarin saya sudah ganti sampai 3 kali karena saya sudah baca undang-undangnya. Disini memang kita agak abai. Harus ada edukasi yang lebih. Kita mohon maaf, kemudian ini abai dan kita kedepan harus lebih edukatiflah, lebih persuasif, lebih menguatkan, lebih menyatukan”.

“Jangan bertanya tentang cinta negara karena bendera, saya mohon maaf, saya agak itu dan kemudian bertanya tentang cinta negara. Kalau abai itu manusia, tetapi kalau ditanya cinta negara karena persoalan ini, itu jangan dibandingkan. Walaupun sebenarnya memang ada perwujudan cinta negara untuk menghargai bendera dll, jangan tanyakan itu seperti yang tadi,” dengan nada kesal menjelaskan kepada team Jejak Kasus. Info dan Indometro

Kemudian saat dikonfirmasi seorang staf atau pegawai dari pihak DPD PKS menyampaikan, “Bapak dari pihak swasta bukan dari pihak pemerintah ini, seolah-olah tanpa konfirmasi ini ya. Tiba-tiba dipleser dan ingin apa gitu,” dengan nada marah-marah saat tim media jejak kasus. Info dan Indometro minta konfirmasi langsung dengan Ketua DPD PKS Bangka. Padahal dari awal tim jejakkasus.info dan indometro telah meminta izin dari menurunkan bendera robek dan juga izin untuk merekam untuk konfirmasi.

“Saya berterima kasih kemudian diingatkan tapi kata kunci saya edukasi. Mohon maaf pak ya, bagi kami persuasif itu jauh lebih penting daripada kemudian. Bapaknya agak tinggi nadanya, didepan tadi. Nah kita berterimakasih kita telah diingatkan. Sangat berterimakasih. Karena sebelum-sebelumnya juga boleh bapak saksikan apa yang sering saya tugaskan tolong diganti (bendera robek), ada robek dikit tolong diganti itu yang pertama”.

“Dan yang kedua saya tidak menginginkan keluar di media karena kenapa? karena kami punya hak, kemudian ketika kami ditanya, mengizinkan tidak berita ini keluar apa tidak? kemudian juga saya agak protes ketika kantor Pemda dikeluarkan berita (baca berita ‘BPPKAD Bangka Diduga Kibarkan Bendera Robek’) kenapa? karena itu negara yang punya”.

“Jangan terkesan pemerintah ini cuek terhadap negaranya, terhadap benderanya, ternyata kami dikasih contoh yang jelek gitu kan”.

“Saya pribadi minta ini tidak dikeluarkan, hak saya, hak kami, sebagai orang yang diwawancara dan institusi gitu. Kalau edukasi saya terima. Demi Allah saya terima dan berterima kasih. Kemudian saya bilang jangan dikeluarkan, kemudian media mengeluarkan, saya pribadi mengeluarkan hak saya untuk mohon untuk tidak dikeluarkan tapi edukasinya saya terima 100%”.

Pernyataan saya sebagai ketua, Kalau kemudian partai kami melanggar, bukan melanggar ya, lalai sekali lagi terkait dengan bendera atau lambang negara yang lain silahkan beritanya dikeluarkan. Tapi untuk ini, saya pribadi menggunakan hak saya untuk tidak dikeluarkan. Ini penyataan sikap saya ya. ungkap Boy.

Kemudian sampai-sampai Ketua DPD PKS Bangka ini menyuruh team media untuk mendatangi Kesbangpol, “Tolong cek partai-partai benderanya gimana, lambang negaranya gimana, karena kami menemukan disalah satu partai. Nah maksud saya seperti itu, termasuk dinas, karena saya dulu mantan wartawan pak. Jadi saya tahu juga cara mengedukasi persoalan sebelum kita menerbitkan di media karena akan berdampak sangat luas begitu. Kami belajar di situasi ini, Nah Bapak-bapak bisa sampaikan ke Kesbangpol”, ucap Boy sambil mengajari team media agar mengedukasi terlebih dahulu, Padahal sudah jelas tugas wartawan/jurnalistik itu sebagai sosial kontrol pemerintah maupun swasta ataupun masyarakat.

(ID)

Artikel Terkait