Ticker

6/recent/Ticker-posts

DAP Tagih Janji Kejati Papua Barat


Dewan Adat Wilayah III Doberay


Sorong - Indometro -
Dewan Adat Papua (DAP) atasnama Masyarakat  Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat menagih Janji Kejaksaan Tinggi Papua Barat. DAP menuntut kepastian Kejati yang mengaku, dalam Awal Tahun ini sudah akan memastikan sejumlah  kasus rampung dan diumumkan ke Publik.  

"Sebab, perlu diketahui bahwa masyarakat adat Papua tengah menunggu kelanjutan sejumlah kasus yang sampai hari ini hanya sebatas 'Cuitan' di media massa dan elektornik. Sejauh ini kami melihat bahwa perkembangan kasusnya terkesan lamban dan baru sebatas Pengumpulan Bahan dan Keterangan" tutur Ketua DAP Wilayah Doberay, M. Paul Mayor, SIP dalam Press Releasenya, Sabtu 23 Januari 2021.

Dikatakan atasnama Masyarakat adat Papua Wilayah III Doberay/ Papua Barat, mereka mendesak pihak Kejaksaan Tinggi Papua Barat agar lebih Transparan dan kerja cepat, Tepat dan Tegas dalam penanganan sejumlah kasus yang tengah 'berlabuh' di Kejaksaan tinggi Papua Barat. Hal tersebut dikarenakan Masyarakat Adat Papua di wilayah Doberay mengharapkan kinerja yang cepat, Tepat dan Akurat dari Kejaksaan tinggi Papua Barat. 

"saya selaku Penerima Penghargaan dari Kejaksaan Tinggi Papua Barat juga mengapresiasi sudah ada kasus yang telah dilimpahkan ke pengadilan itu kerja nyata yang baik dan patut, saya selaku pimpinan Adat di Papua Barat ini apresiasi" tuturnya.


Dikatakan, perlu segera diselesaikan sejumlah kasus yang tengah disidik agar kepercayaan Masyarakat Adat kepada Kejaksaan Tinggi Papua Barat itu tetap ada dan didukung lewat kinerja dan akselerasi dari kejaksaan tinggi papua barat dalam penyelesaian sejumlah kasus yang ditangani saat ini.

"Kami juga mengapresiasi kinerja dari asisten pidana khusus di kejaksaan tinggi papua barat dan kami dukung kinerja beliau untuk penuntasan sejumlah kasus yang ada sehingga jangan terkesan membuat masyarakat adat papua menunggu pengungkapan dan penuntasan sejumlah kasus yang tengah di tangani oleh kejaksaan tinggi Papua Barat" pungkasnya. 

Reporter : Rafael Fautngiljanan

Artikel Terkait