Ticker

6/recent/Ticker-posts

Memaknai Kebahagiaan Dengan Melebarkan Hati dan Memanjangkan Pikiran



Semua orang pasti ingin bahagia. Tapi pada hari-hari terakhir ini, semua orang punya masalah yang ”sulit dihadapi”. Ada yang diperlakukan tidak adil, jatuh sakit, di-PHK, atau kehilangan orang yang mereka kasihi, khususnya pada masa pandemi virus covid-19 ini. Sementara yang lainnya juga mengalami hal-hal yang membuat mereka khawatir atau sedih. Ini semua membuat mereka tidak bahagia. Bahkan akhirnya juga bisa menjadikan mereka patah semangat dalam menjalani kehidupan ini. Jika ini terjadi pada kita , bagaimana kita bisa kembali bahagia? Untuk menjawabnya, kita akan membahas apa sebenarnya bahagia itu dan bagaimana cara beberapa orang bisa tetap bahagia meski menghadapi kesulitan. Setelah itu, kita akan melihat bagaimana kita dapat tetap merasa bahagia Bahagia bukanlah sekadar perasaan senang dan ceria. 

Sebagai contoh: seorang pemabuk mungkin merasa senang dan ceria juga banyak tertawa. Tapi kesenangan dan keceriaannya itu hanya sementara, ketika pengaruh alkohol itu hilang, dia akan berhenti tertawa dan akan teringat dengan masalahnya lagi. Jadi, ini bukanlah bahagia yang sebenarnya. Bahagia adalah ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah yang mendalam di hati dan pikiran ketika kesabaran dan keikhlasan menerima hal yang baik dan yang kita rasakan walaupun saat itu mungkin masih ada sedikit rasa kecewa dari perihal yang lain. 

Bahagia bukanlah hal yang kita miliki dan ada sejak lahir . Bahagia adalah bagian dari pemberian Allah berupa perasaan hati dan pikiran ketika kita menerima nikmat dari cobaan dari NYA. Kita bisa saja tetap berbahagia ketika keadaan tidak seperti yang kita harapkan. Kita tidak perlu terlalu khawatir. Sebaliknya, kita perlu berfokus pada hal-hal baik yang kita miliki sambil dengan sabar menunggu masa depan yang sudah Allah janjikan pada kita diakhir kemudian nanti. Sekarang pun ada banyak orang disekitar kita yang tetap berbahagia meski mengalami musibah dan serba kekurangan, tapi mereka masih bisa tersenyum bahagia, Sulit untuk menjelaskan seperti apa bahagia yang mereka rasakan. 

Jika kita renungkan dan hargai apa yang selama ini ada pada kita, tentu kita akan tetap bahagia meski menghadapi masalah yang berat sekalipun. Terus apa lagi alasan kita tidak bahagia? Kita harusnya bersyukur karena Allah memberi kita nikmat kehidupan, kesehatan dan kesanggupan untuk menjalaninya. Karena Allah telah memberi apapun yang manusia butuhkan di dunia ini, sehingga kita bisa memahami dan menikmatinya. Jika kita sudah bahagia, apakah kita bisa semakin bahagia? Jika kita sibuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan bermanfaat pada orang lain, kita bisa semakin bahagia. Karena kita memang diciptakan untuk melakukan perintah Allah dan meninggalkan laranganNYA, karena ini adalah seluruh kewajiban manusia. Jika rasa bahagia kita bertambah, manfaat yang kita dapatkan juga bertambah.

Kalau kita benar-benar merasakan bahagia yang sejati, kita tentu tahu bahwa hal-hal materi bukanlah yang terpenting. Bahkan kita pun akan membuat lebih banyak beribadah dan bersedekah demi masa depan kita di akhirat kelak. Dan dari perbuatan baik itu nantinya kita akan lebih merasa bahagia ketika kita melihat secara nyata orang orang tersenyum bahagia karena perbuatan kita.

Berbahagia juga bisa membuat kita lebih sehat. Karena bahagia adalah pencerminan kepuasan batin dan pikiran seseorang, yang dengan begitu aliran darah dan pernafasan jadi lengang dan itu adalah obat dari segala macam obat. 

Jadi, walaupun kita hidup di masa yang sulit, kita bisa tetap berbahagia apabila kita menerima kuasa Allah dengan rasa syukur. Maka untuk mendapatkan kebahagiaan itu, kita perlu terus berdoa serta belajar dan merenungkan bahwa kita cuma dititipkan di dunia ini hanya untuk menikmati segala fasilitas yang sudah dicukupi Allah, Dengan kebahagiaan yang ada, kita harus nikmati dengan tetap bersyukur. Melebarkan hati dan memannjangkan pikiran adalah pilihan. Patuhi perintahNYA dan jauhi laranganNYA. 

(Skn.53)

Artikel Terkait