Ticker

6/recent/Ticker-posts

Jelang Nataru, Jumlah Pelaku Perjalanan Masuk Kota Palu Naik Melebihi 5000 Orang Per-Hari

Peningkatan Pelaku Perjalanan Masuk ke Kota Palu

Palu, indometro.id - Peningkatan jumlah pelaku perjalanan terjadi di perbatasan pos COVID-19 di Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Irmawati, selaku petugas Badan Komunikasi di posko perbatasan Tawaeli, dalam seminggu terakhir, pelaku perjalanan yang masuk ke Kota Palu semakin bertambah.

Menurutnya, pada bulan-bulan sebelum mendekati Natal dan Tahun Baru, tercatat sekitar 3000 orang hingga 4000 orang yang melakukan perjalan Masuk ke Kota Palu, namun pada Bulan November sampai Desember 2020, pelaku perjalanan meningkat di atas dari 5000 pelaku perjalanan.

"Sebelum mendekati Hari Raya Natal dan Tahun Baru kita bisa sampai 5000 pelaku perjalanan, dari pukul 07.00 WITA sampai pukul 23.00 WITA. Bulan November sampai Desember ini meningkat di atas 5000 pelaku perjalanan," jelasnya.

Adapun pelaku perjalanan dari wilayah Sulawesi Tengah yang tercatat paling dominan masuk di wilayah Kota Palu adalah dari wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Ampana, Tojo Una-una (Touna), Banggai dan Morowali.

Untuk dari luar Sulawesi Tengah sendiri, yang mendominasi masuk ke Kota Palu adalah dari wilayah Manado dan Gorontalo.

Catatan ini, didapat dari petugas medis yang bertugas di Posko COVID-19 perbatasan Tawaeli.

Hingga saat ini, untuk dapat masuk ke Kota Palu, berkas persyaratan yang harus dibawa oleh para pelaku perjalanan yang berasal dari sejumlah kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah wajib membawa Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS), dan untuk dari wilayah luar Sulawesi Tengah dan termasuk zona merah wajib membawa hasil swab.

Diperkirakan, hingga akhir 2020 jumlah pelaku perjalanan yang memasuki Kota Palu akan terus mengalami peningkatan.

(*/eko prasetyo)

Artikel Terkait