Ticker

6/recent/Ticker-posts

Penggiat JPM Bengkalis Angkat Bicara Tentang Pemberitaan LSM-Perkara

Sukardi, SH Pengiat(JPM) kabupaten bengkalis saat menjelaskan permasalahan


Bengkalis .indometro.id - Beredarnya pemberitaan terkait dengan adanya Oknum LSM , yang melakukan opini berlebihan di media sosial (Medsos). Penggiat Jaringan Pemantau Media (JPM) Kabupaten Bengkalis, Sukardi, SH mengatakan, jika keberadaan LSM Pemerhati Kinerja Aparatur Negara (Perkara) Riau sangat berperan dalam mengawasi kinerja pemerintah.

LSM Perkara Riau yang diketuai H. Freddy Hutagaol itu merupakan LSM yang hari ini memiliki jaringan hingga ke level pusat. Bahkan, keberadaannya justru memberikan kesejukan kepada masyarakat. Namun, khusus di Kabupaten Bengkalis kesejukan itu tidak tercipta setelah munculnya opini atau pernyataan tidak jelas dari “Oknum” pengurus LSM Perkara Riau, yang sehari-hari melakukan fungsi kontrolnya di wilayah Kabupaten Bengkalis.

“Soal opini di media sosial (Medsos), yang berkembang belakangan ini. Tentunya menjadi perhatian kami di JPM. Saya sempat dimintai penjelasan dengan Ketua JPM Bengkalis saudara Indra Jaya, saya ceritakan semua apa yang telah menjadi persoalannya, maka dari itu saya menganggap ini adalah ulah oknum,”kata Sukardi jebolan sarjana hukum (SH) Fakultas Hukum Univerista Lancang Kuning (Unilak), yang dalam waktu dekat akan di wisuda  kepada awak media ini, Ahad (8/11/2020) di Bengkalis.

Lebih lanjut, Sukardi, SH mengatakan, selayaknya oknum itu tidak beropini di media sosial (Medsos) tanpa bukti dan fakta dilapangan. Hari ini, Oknum tersebut seolah-olah melakukan upaya propoganda terhadap wadah organisasi pers, yang jelas-jelas merupakan mitra kerja pemerintah daerah di Kabupaten Bengkalis.

Ia juga menjelaskan, atas ketidaknyamaan ini. Penggiat JPM ini meminta maaf jika telah menyeret-nyeret atau menyebut wadah LSM Perkara Riau dalam permasalahan yang terjadi. Sebab, JPM juga punya penting dalam mengamati persoalan-persoalan yang terjadi di Kabupaten Bengkalis.

“Itu ulah oknum. Jadi saya minta maaf kalau telah mengaitkan permasalahan opini yang belakangan mengemuka terkait salah satu SKPD. Sebab, apa yang lakukan oknum itu jelas sedikit mengusik suasana keharmonisan antara wadah pers dengan SKPD, yang dimaksud. Intinya saya tidak bermaksud menjelekkan LSM Perkara. Sebab, LSM ini punya ahli-ahli hukum yang profesional dibidangnya,”papar Sukardi yang juga aktif di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkalis.

Dikatakannya lagi, berdasarkan analisa dilapangan penggiat JPM Bengkalis ini perlu meluruskannya. Sehingga permasalahan opini di Medsos itu clear dan tuntas. Walaupun, menurut kabar yang berkembang, tak semua wadah organisasi pers yang bisa diakomodir oleh pemerintah daerah.

“Saya menilai apa yang disampaikan oknum J itu, masuk ke ranah urusan pribadi. Tapi, oknum menggiringnya ke wadah organsisasi dengan maksud untuk mencapai kepentingan pribadinya sendiri. Apalagi, saat ini di Bengkalis tengah dalam suasana politik, jadi saya mengimbau agar, suasana Pemilukada ini bisa terlaksana secara santun dan damai. Itu barangkali yang bisa saya sampaikan,”tutupnya.

(anang)

Artikel Terkait