Ticker

6/recent/Ticker-posts

Bahas Tiga Agenda Penting, Pangdam IX/Udayana Ikuti Rapat Intern TNI Yang Dipimpin Panglima TNI

Bahas Tiga Agenda Penting, Pangdam IX/Udayana Ikuti Rapat Intern TNI Yang Dipimpin Panglima TNI


Bali .indometro.id - Panglima TNI menggelar rapat intern dengan para Kepala Staf Angkatan, para Pangkotama dan Balakpus TNI melalui Video Conference (Vidcon) tentang Operasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan, Pilkada Serentak 2020 dan perkembangan situasi wilayah Papua dan Papua Barat, pada Senin (16/11/2020).

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara yang didampingi Irdam IX/Udy, Kapok Sahli Pangdam IX/Udy, Danrem 163/WSA, Asrendam IX/Udy, para Asisten Kasdam IX/Udy dan Karumkit Tk. II Udayana mengikuti acara tersebut di Ruang Yudha  Puskodalopsdam IX/Udayana, Denpasar.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tersebut pada intinya menyampaikan bahwa pertemuan kali ini akan membahas tiga agenda penting yaitu operasi pendisiplinan protokol kesehatan yang sudah hampir 9 bulan dilaksanakan, antisipasi Pilkada Serentak Tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang dan yang ketiga adalah perkembangan situasi di wilayah Papua dan Papua Barat.

Terkait dengan pendisiplinan protokol kesehatan pandemi Covid-19, Panglima TNI mengingatkan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Kuncinya adalah ketegasan TNI dalam mendisiplinkan masyarakat dan konsistensi kita melaksanakan 3M dan 3T.

Tugas pemerintah adalah melakukan tindakan hukum yang didukung oleh seluruh komponen, kalau kita lihat hasil upaya kita selama ini sudah sangat baik. Oleh karena itu pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes) khususnya peningkatan disiplin di berbagai wilayah harus tetap dilaksanakan seperti yang sudah dilaksanakan selama ini.

Terkait Pilkada Serentak, saat ini telah memasuki tahap rangkaian Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 yang belum reda, dan beberapa minggu lagi kita akan melaksanakan pemungutan suara secara serentak di 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota di seluruh Indonesia.

Pilkada Serentak ini diharapkan tidak menjadi kluster baru yang lebih besar penyebaran Covid-19 yang hampir dilaksanakan diseluruh wilayah. Oleh karena itu, pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 nanti harus menerapkan disiplin Prokes yang lebih ketat untuk mencegah terjadinya kluster yang baru.

Sosialisasi kepada masyarakat perlu kita lakukan secara terus-menerus untuk menghindari dan mendapatkan hasil yang optimal sampai dengan kehadiran vaksin Covid-19.

Berikutnya, terkait dengan situasi wilayah Papua dan Papua Barat saat ini tentunya kita harus mendorong agar pendekatan keamanan dan kesejahteraan dapat berjalan beriringan. Mungkin selama ini kita sudah melaksanakan kedua-duanya, baik pendekatan keamanan maupun pendekatan kesejahteraan. 

Bagi TNI bahwa operasi di Papua bersifat multi dimensi dan bukan hanya operasi tempur saja. Kolaborasi antara operasi tempur, operasi intelijen, operasi informasi dan teritorial dalam satu kesatuan komando yang saling mendukung, memperkuat dan bisa saling bekerjasama. Untuk itu perlu adanya suatu evaluasi terhadap operasi yang telah dilaksanakan, tutup Panglima TNI. 

(Nugraha)

Artikel Terkait