Ticker

6/recent/Ticker-posts

Tradisi Tangkap Ikan di Lubuk Larangan Kuansing Mendunia

Halim Kunjungi lubuk Larangan

Riau .indometro.id
- Masyarakat Kuantan Singingi, Provinsi Riau meminta Tradisi Mamucuak (TM)  atau yang dikenal acaraenangkap ikan   lubuk larangan Pangkalan Indarung menjadi wisata nasional, Sabtu. Oleh karena itu, sebaiknya sejumlah fasilitas pendukung menjadi perioritas pembangunan di lokasi ini.

"Ini merupakan aset daerah bernilai tinggi, jika terkelola dengan baik akan dapat mendatangkan wisatawan dunia,"kata salah satu masyarakat Kuansing Ongah (53) di Teluk Kuantan, Sabtu.

Ia mengatakan, keunikan acara tradisi ini adalah semua lapisan masyarakat setempat melestarikan prosesi menangkap ikan sejak ratusan tahun lalu. Sungai dengan air yang tenang, di kelilingi dengan pohon yang rindang dan membuat pengunjung merasa betah, nyaman.

Masyarakat dengan kompak memelihara agar kondisi air tetap jernih, perbukitan yang asri yang terjaga dengan baik dari tangan - tangan tidak bertanggung jawab dan disaat warga memberikan pakan justru ratusan ikan muncul tiba - tiba bahkan ada terlihat meloncat.

"Ikan ini tidak boleh diambil kecuali pada saat panen setiap tahunnya," ujarnya. Bupati Kuansing non aktif Halim, yang saat ini cuti karena maju menjadi Calon Bupati 2021 - 2026 mendatang, diri meninjau lubuk larangan di Desa Pangkalan Indarung, Jum'at (23/10/2020) menyebutkan bahwa kawasan ini ditargetkan menjadi salah tujuang wisata.

"Tradisi menangkap ikan adalah potensi besar untuk di kembangkan," katanya. Halim berjanji untuk menjadikan tradisi ini menjadi agenda tahunan daerah yang sudah menasional, menjadi target pembangunan kedepan, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat terwujud dengan baik.

Halim menyempatkan berkeliling disepanjang areal lubuk larangan di Desa Pangkalan Indarung, punya mimpi besar untuk mengembangkan tradisi mamuncak ( menangkap Ikan ) di lubuk larang menjadi salah satu kegiatan yang akan dimasukan ke dalam Calender of Event (CEO) wisata.

"Kita akan maksimalkan pembabguan infrastruktur dan pengelolaannya," janji Halim.

Menurutnya sebelum tradisi mamuncak masuk dalam kalender kegiatan wisata tahunan harus menyelesaikan sarana dan prasarana yang mendukung untuk pengembangan wisatanya tersebut.

"Perbaikan jalan dan pembangunan jembatan gantung akan diprioritaskan," ujarnya.

Ditambahkannya, agar wisata di Pangkalan Indarung bisa berkembang, sangat dibutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.

Selain itu di Desa Pangkalan Indarung juga memiliki sungai dengan kondisi air yang sangat jernih dan masih terjaga sampai saat ini. Desa ini juga memiliki kearifan lokal yakni lubuk larangan dimana masyarakatnya dilarang untuk menangkap maupun mengambil ikan. Ikan di sungai yang diberi nama lubuk larangan oleh masyarakat adat dan pemerintahan desa ini hanya bisa dipanen atau ditangkap pada waktu tertentu.

Selain itu, Fedrios juga mengharapkan kepada pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuansing periode 2021-2026, H.Halim – Komperensi,SP.M.,Si bisa mewujudkan keinginan masyarakat penyelesaian jalan Aspal yang tinggal beberapa bagian saja, jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kuansing.  Selain jalan, pembangunan jembajatan gantung juga diharapkan bisa direaliasikan, agar akses jalan masyarakat dari dan ke sawah tidak terhambat.

(Asri)

Artikel Terkait