Ticker

6/recent/Ticker-posts

Ganteng dan Sholeh, Bang Hasim Layak menjadi Bupati Simalungun

Calon Bupati Simalungun Foto Bersama ibu-ibu perwiritan 


Simalungun  .indometro.id - ibu-ibu perwiritan di Partimbalan Sibatu-batu, Kecamatan Bandar Masilam, terkesima  dengan calon Bupati Simalungun Muhajidin Nur Hasim. Menurut mereka, selain ganteng, suami Hazizun Rani itu sholeh dan lembut. 

Seperti dikatakan Sri Ramatika, saat lelaki yang kerap disapa Bang Hasim itu mengunjungi mereka, Minggu (11/10/2020). “Ganteng, sholeh, dan lembut yang seperti inilah cocok menjadi Bupati Simalungun,” ujar Sri Ramatika, yang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Hasim beserta istri dan juga tim.

Menurut Sri Ramatika, mereka kaum ibu memiliki prinsip idealis yang tinggi. Salah satunya, akan memilih pemimpin se-akidah. “Kalau ada yang se-akidah, seiman, begitu juga keluarganya, untuk apa memilih yang lain,” tukasnya.

Sri Ramatika juga mengajak ibu-ibu perwiritan untuk memilih pemimpin yang asli kelahiran Kabupaten Simalungun, khususnya Simalungun bawah. “Marilah kita meniatkan pemimpin yang seakidah dan mari kita memilih nomor 2,” ajaknya.

Masih kata Sri Ramatika, memilih pemimpin se-akidah merupakan kehormatan dan kebanggaan baginya. “Kitalah yang menentukan pemimpin kita di Simalungun ini. Alangkah sayangnya ada orang baik tidak memimpin kita,” tandasnya.

Apalagi, sambungnya, ada calon pemimpin se-akidah, sholeh, ganteng, dari Simalungun bawah, dan sudah datang menemui mereka. “Mari kita niatkan memilih pemimpin yang se-akidah dan taat beribadah,” ajaknya lagi. Hasim mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu perwiritan. Ia mengaku yakin dengan ibu-ibu, karena menurutnya kaum ibu memiliki idealis tinggi.

“Bersama ibu-ibu, saya dan Bang Tumpak Siregar atau TPS semakin yakin mampu mewujudkan cita-cita masyarakat Simalungun bawah,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Hasim memaparkan program utama kalau nantinya ia dan TPS terpilih menjadi Bupati-Wakil Bupati Simalungun. Salah satunya, pemberian kredit lunak kepada setiap kepala keluarga berupa tiga ekor sapi. Jangka waktu pembayaran selama 10 tahun, sehingga setiap bulannya hanya membayar Rp300 ribu.

“Saya sudah kita bicarakan dengan pihak perbankan. Kalau nantinya amanah ini diserahkan kepada kami, program ini menjadi program utama,” terangnya. Program selanjutnya, mengaktifkan kegiatan-kegiatan di rumah ibadah. Misalnya, di masjid diadakan belajar mengaji. Nantinya yang mengajar mengaji menerima insentif Rp3 juta setiap bulan dari pemerintah.

Kemudian, pengobatan gratis cukup menggunakan KTP. Tidak perlu mengurus surat miskin terlebih dahulu. “Sekarang kan masyarakat yang mau berobat ke rumah sakit perlu mengurus surat miskin dulu. Sedangkan mengurus surat miskin tidak cukup satu hari. Yang ada, yang sakit itu semakin parah, dan yang parah meninggal dunia, baru surat miskinnya selesai. Jadi cita-cita saya, kalau nantinya Allah memberikan amanah, masyarakat itu hanya perlu membawa KTP untuk mendapatkan perobatan gratis. Kalaupun tidak ada KTP, hanya perlu membawa surat keterangan,” jelas Hasim.

Program lainnya, pengurusan surat-surat seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), akta lahir, dan lainnya cukup di tingkat kecamatan. “Untuk mencapai semua itu, Bang Hasim dan Bang TPS tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh doa dan dukungan dari ibu-ibu sekalian,” harapnya.

Tidak lupa Hasim mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

(E purba)