Ticker

6/recent/Ticker-posts

Mayat Seorang Wanita Dimandikan 4 Pria di RSUD Djasamen Saragih, Keluarga Berniat Lanjut ke Jalur Hukum

menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada pihak keluarga dan juga kepada umat Islam dan MUI atas adanya kesalahan prosedur dalam pelayanan fardu khifayah

Pematangsiantar.indometro.id
- Pihak RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada pihak keluarga dan juga kepada umat Islam dan MUI atas adanya kesalahan prosedur dalam pelayanan fardu khifayah yang terjadi pada Minggu (20/9/2020) yang lalu di unit instalasi forensik dan kamar jenazah.

Dimana sebelumnya jenazah perempuan dimandikan oleh empat pria petugas RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.

“ RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar akan segera memperbaiki standar operasi pelayanan dalam fardu khifayah dan akan berkoordinasi secara intens kepada MUI Pematangsiantar agar pelayan fardu khifayah kedepannya sesuai dengan norma ” kata Wadir II RSUD Roni Sinaga.

Sementara Ketua MUI Pematangsiantar H M Ali Lubis menjelaskan di Kantor Wali Kota telah dibuat pertemuan antara MUI, Gugus Tugas, dan RSUD Djasamen Saragih bahwa bila ada yang meninggal dunia karena COVID-19 dari umat Islam, maka wajib dilaksanakan secara Syariah Islam dan sesuai protokol kesehatan.

Ali Lubis juga mengusulkan kepada MUI Provinsi Sumut agar mencabut sertifikat bilal mayit atas nama Dedi Agus Harianto yang dikeluarkan MUI karena yang bersangkutan tidak melaksanakan seperti pelatihan yang diperolehnya. Dedi sendiri diketahui menjadi salah satu orang yang terlibat memandikan almarhum istri dari Fauzi, bernama Zakiah.

Fauzi keberataan atas tindakan tim medis RSUD Djasamaen Saragih Kota Pematangsiantar. Saat itu istrinya meninggal dunia namun belum dinyatakan akibat COVID-19.

Kemudian empat pria petugas medis langsung memandikan jasad istrinya. Tindakan ini menyurut protes Fauzi yang menduga ada bentuk pelecehan serta menyalahi aturan dalam syariat Islam.

Pihak keluarga berencana akan menempuh jalur hukum dan melaporkan tindakan tim medis ke pihak kepolisian.

" Selanjutnya kami akan mengkaji di dalam tim kuasa hukum. Kami melengkapi berkas dan akan berkoordinasi dengan pihak yang berwajib yaitu Polres Pematangsiantar ” ucap Muslimin Akbar sebagai kuasa hukum keluarga. 

(RH)