Ticker

6/recent/Ticker-posts

Ketua Gemantara Aceh Tamiang Simpati Dengan Zulkarnain Korban Pembacokan Oleh Geusyik Pulo Kito


Aceh Tamiang .indometro.id - "Lewat media, ketua ekbang gemantara Aceh Tamiang Sayid Muhammad mengatakan dianya merasa simpati dengan musibah yang menimpa Zulkarnaini akibat pembacokan yang dilakukan berencana oleh geushik pulo kito kecamatan muerah mulia kabupaten Aceh Utara pada tanggal 29 Agustus 2020 lalu.

"Walaupun itu telah terjadi sebulan yang lalu dan zulkarnaini telah keluar dari rumah sakit dengan kondisi yang belum sempurna kesehatan nya itu

"Namun permasalahan yang baru harus dipikirkan lagi berkaitan dengan biaya perawatan dirumah sakit PT. Arun yang belum mampu dilunasi oleh zulkarnaini yang mencapai 19 juta

"Saya sangat mengharap aparat hukum yang menangani kasus ini mau membebankan biaya perobatan zulkarnaini itu kepada keluarga geushik pulo kito itu tutur nya.

Karena akibat perbuatan geushik itu mengakibatkan timbul biaya pengobatan korban zulkarnaini ini walaupun masalah hukum pidana terhadap perbuatan geushik pulo kito itu tetap berjalan

"Zulkarnaini yang telah melewati dari maut yang mengancam nyawanya dan sekarang pasti ada kekurangan dari kesempurnaan pisiknya semula itu saya harap jangan lagi dibebankan biaya rumah sakit ke pada diri nya.

"Dan Sayid Muhammad juga mengetahui dari beberapa media bahwasanya Zulkarnaini ini adalah salah satu anggota lembaga aliansi Indonesia yang bergerak sebagai lembaga kontrol sosial untuk mengawasi kegiatan penggunaan anggaran pemerintah kususnya dilingkungan tempat tinggal nya sendiri anggaran dana desa.

"Tugas yang sangat terpuji dengan maut yang harus di hadapi seperti musibah ini cukup buat kita kagum dengan zulkarnaini ini.

"Dan musibah yang terjadi terhadap zulkarnaini ini menjadi pelajaran besar bagi kita yang bergerak sebagai kontrol sosial agar lebih berhati hati dalam bekerja dilapangan, Harus lebih kedepan kan musyawarah untuk mencapai tujuan agar resiko dilapangan lebih kecil, sambungnya.

"Baik LSM, Ormas, Aliansi Indonesia dan media tidak punya pendapatan dari pemerintah atau gaji tetap dan jaminan hidup dari organisasi itu sendiri, Makanya setiap anggota dilapangan bekerja jangan terlalu idealis terpengaruh adrt organisasi, tutupnya.  

(Abdul Razak)