Ticker

6/recent/Ticker-posts

Mahasiswa Melakukan Aksi Demo Bakar Ban Depan Kantor Bupati Bengkalis

Aksi mahasiswa bakar ban depan kator bupati

Bengkalis, indometro.id – Puluhan mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi di Bengkalis kembali mendatangi kantor Bupati Bengkalis, Rabu (29/7). Aksi mereka merupakan lanjutan dari sebelumnya, yakni terkait pemotongan anggaran bantuan pendidikan oleh pemerintah.

Pantauan dilapangan, puluhan mahasiswa berorasi di depan kantor Bupati Bengkalis menyampaikan tuntutan. Mahasiswa sempat mendobrak pagar dan melakukan aksi bakar ban.


“Kami bukan orang orang jahat, kami melakukan unjuk rasa ini sudah meminta izin kepada pihak kepolisian. Dan kami menuntut hak kami soal bantuan pendidikan. Tetapi hari ini kezoliman yang kalian buat kepada dunia pendidikan,” teriak mahasiswa saat orasi.

Mahasiswa menyinggung janji Pemerintah Bengkalis yang sebelumnya bersedia mempertemukan mahasiswa dengan Plh Bupati Bustami HY untuk berdiskusi. Namun belum terjadwalkan.

“Kami hari ini hanya ingin bertemu dengan Plh Bupati Bengkalis meminta penjelasan soal bantuan pendidikan, tetapi pemimpin hari ini hanya mendzolimi kami, dan membuat telinga kalian tuli dan bisu,” ujarnya.

Sampai saat ini aksi mahasiswa masih berlangsung dan menunggu kesediaan Plh Bupati menerima mereka untuk berdiskusi terkait pemangkasan bantuan biaya pendidikan. Aksi mahasiswa dikawal ketat pihak keamanan dari kepolisian dan Satpol PP.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa juga menggelar unjuk rasa terkait dialihkannya anggaran pendidikan ke Covid19. Saat itu mahasiswa sempat memanjat pintu pagar kantor Bupati Bengkalis. Mahasiswa sempat ditemui oleh asisten I Setkab Heri Indra Putra.

“Saya mewakili bapak Plh Bupati Bengkalis bahwa rasionalisasi tersebut akibat PMK 35 dengan memerintahkan kita untuk merasionalisasi rencana pendapatan bagi hasil dari pusat sekitar 30 persen,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bengkalis saat itu.

Selanjutnya, adalagi SKB dari Mentri dalam negeri memerintahkan semua daerah terkena rasionalisasi, “Dan harus mengurangi belanja sekurang kurangnya 50 persen,” jelasnya.

Diutarakan Heri Indra Putra juga, bahwa akibat SKB tersebut maka terjadilah rasionalisasi di semua kegiatan, termasuk berupa bantuan pendidikan.

“Bantuan pendidikan itu beda. Ini merupakan kepedulian daerah kepada adik adik mahasiswa. Dan untuk anggaran bantuan beasiswa tersebut, semuanya Rp 6 Milyar lebih,”jelasnya. (anang)