Ticker

6/recent/Ticker-posts

Sempat Tertunda, Kini Bansos Sembako Kembali disalurkan Tahap II

Kantor distributor

Meranti, indometro.id - Bantuan sosial (Bansos) sembako tahap II dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang sempat tertunda lebih dari satu bulan akhirnya disalurkan.
Penyaluran ditandai dengan serah terima barang di gudang yang disiapkan oleh pihak distributor di Jalan Imam Bonjol Selatpanjang, Selasa (28/7/2020).

Untuk Desa dan Kelurahan yang berdekatan dengan Selatpanjang dijemput langsung oleh Lurah dan Kepala Desa dengan menggunakan gerobak dan mobil. Sementara untuk wilayah yang berada jauh dari ibukota kabupaten ini, paket sembako diantar menggunakan kapal.

Ketua Koperasi Cahaya Multi Indonusa, Joko Sucahyo selaku pihak distributor yang menyalurkan bantuan tersebut mengatakan paket yang disediakan untuk tahap II ini masih sama dengan jumlahnya dengan tahap I yakni sebanyak 6400 paket.
Dia mengatakan untuk setiap kecamatan memiliki jumlah paket yang berbeda- beda. Dirincikan untuk Kecamatan Tebingtinggi sebanyak 2236 paket, Tebingtinggi Barat 300 paket, Rangsang Barat 903 paket, Rangsang Pesisir 963 paket, Pulau Merbau 578 paket, Merbau 734 paket, Tasik Putripuyu 330 paket, Tebingtinggi Timur 192 paket dan Kecamatan Rangsang 164 paket.
Joko memahami apa yang menjadi penyebab sehingga penyaluran menjadi terkendala. Awalnya dia mengkhawatirkan jika pendistribusian bantuan ini terlalu lama, maka paket Sembako tersebut akan mengalami kerusakan sehingga tidak bisa dikonsumsi masyarakat dan pihaknya bisa mengalami kerugian.
"Alhamdulillah hari ini paket yang sudah kami siapkan terlalu lama, hari ini sudah bisa disalurkan," jelas Joko.

Terkait adanya rumor bahwa kerjasama penyaluran sembako tahap III tidak dilanjutkan, Joko memahami hal tersebut, karena didalam surat perjanjian juga tercantum pasal yang menyebutkan tidak ada konsekuensi jika adanya pembatalan kerjasama.

"Jika itu terjadi, kita memahami hal tersebut karena Kepulauan Meranti sudah memasuki new normal dan zona hijau. Di dalam surat tersebut juga tidak ada konsekuensi nya jika kerjasama ini tidak dilanjutkan," jelasnya.

Sementara itu Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kabupaten Kepulauan Meranti, Agusyanto melalui kepala seksi Bantuan Stimulan selaku PPTK Bansos, Ferry mengakui adanya keterlambatan penyaluran. Dimana seharusnya penyaluran Sembako tahap II dilakukan pada 15 Juni lalu.
Hal itu disebabkan adanya evaluasi terhadap penyaluran Bansos yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Dimana dalam prosesnya ada kebijakan untuk mengurangi nilai dari paket Sembako tersebut, hal itu dilakukan untuk menambah jumlah penerima.

"Adanya keterlambatan penyaluran ini disebabkan adanya kebijakan untuk mengurangi nilai paket Sembako tersebut dari Rp600 ribu menjadi Rp 450 per paket. Hal itu dimaksudkan untuk menambah jumlah penerima yang tidak mendapatkan pada tahap I karena memang anggarannya sudah tidak bisa dirubah lagi. Namun hal ini tidak bisa dilakukan mengingat sulitnya proses jika harus merubah DPA nya lagi," ungkap Ferry.

Sembako tersebut memang disiapkan oleh pemerintah daerah bagi keluarga miskin yang terkena imbas tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat akibat wabah Covid-19. Dimana setiap keluarga mendapatkan paket sembako sebesar Rp600 ribu.
Kepala Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Jonnedi yang ditemui disela-sela penyaluran paket Sembako di gudang distributor mengatakan jika barang tersebut sudah sampai di kantor Desa, maka paket itu segera disalurkan ke masyarakat.
"Setelah sampai di Desa maka akan segera kita salurkan ke masyarakat, karena tidak baik juga dibiarkan terlalu lama," ungkap Jonnedi.

Adapun paket tersebut terdiri dari dari 28 kg beras, 1 papan telur, 3 kg gula dan 2 liter minyak goreng, 1 kotak mie instan dan 1 kaleng ikan sarden.
Sebelumnya Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan saat ini sedang dilakukan evaluasi dimana Kepulauan Meranti sudah akan memasuki new normal.
Sementara itu ketika ditanyakan apakah tahap ke III akan disalurkan lagi, Bupati mengatakan hal itu bisa jadi tidak disalurkan.
"Untuk tahap III belum tahu. Mungkin ada mungkin tidak tapi mungkin mengarah ke tidak, karena pemulihan kita disini cukup baik. Jika dalam bulan ini status tanggap darurat tidak diperpanjang lagi maka bantuan itu tidak kita salurkan lagi," pungkasnya.(anang)