Ticker

6/recent/Ticker-posts

Di Duga Kesal Dengan Kepala Desa, Warga Desa Kakullasan ini Merobek Surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah (sporadik),Tanah miliknya

seorang warga di Desa Kakullasan, Kec. Tommo, Kab. Mamuju, Sul-Bar merobek Surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah. (Sporadik), tanah miliknya

Mamuju Sul-Bar, indometro.id - Karna merasa kesal dengan kepala desanya. seorang warga tepatnya di Desa Kakullasan, Kec. Tommo, Kab. Mamuju, Sul-Bar merobek Surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah. (Sporadik), tanah miliknya.

Pasalnya warga ini kesal sama kepala desanya (Fentje) karna sudah berapa kali ke kantor desa. Untuk menandatangani Surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah (sporadik) Tetapi pak desa tidak ada."Saya sangat kesal karna sudah berapa kali ke kantor desa tapi pak desa tidak ada"ungkapnya saat di temui awak media (05/07/2020)

Setelah ketemu, pak desa tersebut malahan menyuruh saya, untuk membuat sporadik yang baru, dan harus di bayar sebanyak Rp.250 ribu "tambahnya"
Saya merasa di bodohi karna saya pikir, sporadik tanah saya tidak ada masalah karna, mulai dari kepala dusun, RT, dan saksi saksi.semuanya sudah tanda tangan.tinggal kepala desa.malah saya di suruh buat yg baru lagi dan saya harus bayar sebanyak Rp.250.000 "Ujarnya"

Saya merasa menyesal dengan kelakuan pak desa tersebut (Fentje) karna saya sudah tidak di kasi bantuan sama sekali, ia juga tidak mau tandatangani sporadik saya.makanya saya merobek sporadik tanah milik saya. Karna percuma juga kita simpan kalau tidak ada tandatangan pak desa.

Di tempat lain seorang warga yg enggan di sebutkan namanya.mengaplot kejadian tersebut di atas dalam akun facebook. beragam komentar yang menanggapi akan hal itu.Termasuk sala satu kaur Kesra pemerintah desa Kakullasan yakni Yermia yang menepis jika kejadian itu tidak benar (hoax) justru pemerintah desa Kakullasan over bijaksana.

Hingga berita ini terbit,  Kepala Desa Kakullasan, Kec. Tommo, yang biasa di hubungi Media Handphone nya sudah tidak aktif lagi.*

(Rep, Sakaria)