Ticker

6/recent/Ticker-posts

Soal diintimidasi, Ketua RT Keluhkan Penanganan Hukum di Polsek Mangoli Utara

Anak dan Ayah, Keluhkan Proses Penanganan Hukum terkait masalah Intimidasi

SULA, Indometro.Id - Ketua Rukun Tetangga (RT-8) Desa Rawa Mangoli, Marselus Wajong, sebut dirinya diintimidasi oleh satu warga Desa Falabisahaya atas nama La Ata, dalam laporan saksi, bahwa inditmidasi yang dilakakan oleh La Ata menggunakan alat tajam berupa satu buah pisau

Kronologis seorang saksi mata Pastor, yakni Bapak Pastor Nelis bahwa tadi malam hari kamis 28 Mei 2020 sekitar pkl.22:15 seorang bernama Valen Wajong kembali dari Warnet di area Biscam Desa Falabisahaya, mengendarai sepeda motor, saat tiba ditengah jalan (gudang kopra milik seorang pengusaha), Valen dihadang oleh seorang Bapak yang bernama La Atta. La Atta meminta tolong Valen untuk menstarter motornya yang di parkir di tengah jalan yang sementara macet, namun bantuan tersebut ditolak Valen, karena merasa tidak nyaman melihat kondisi La Atta yang sedang mabuk itu, lalu Valen melanjutkan perjalanan ke rumahnya di Kampung Kodok - Desa Falabisahaya, La Atta kemudian menghidupkan motornya dan membututi Valen hingga ke rumah. Di pekarangan rumah sempat terjadi adu mulut antara Valen dan La Atta. Keributan ini terdengar oleh ayahnya Valen, Bapak Marselus Wajong. Bapak Marselus keluar dan sempat terjadi aksi saling dorong di dalam halaman rumah yang dibatasi pagar tembok, antara Bapak Marselus dengan La Atta. Bapak Marselus meminta La Atta untuk pergi untuk tidak menimbulkan keributan. La Atta lalu pergi dan mengatakan akan kembali beberapa nanti, saat kemudian tepat pada pukul 22:27, Bapak Marselus menelpon seorang pastor yang bersama Bapak Denny Koten datang ke rumah Bapak Marselus, pada pukul 22:33 saya bersama Bapak Denny tiba di rumah Bapak Marselus. Tiga menit berselang La Atta bersama ketiga temannya menggunakan 2 motor datang ke rumah kediaman Bapak Marselus. Di jalan setapak, di muka rumah Bapak Marselus, La Atta memanggil Bapak Marselus untuk duel sambil mengeluarkan dan mengancungkan sebilah pisau yang diambil dari balik celananya. La Atta berteriak bahwa dirinya tidak takut siapapun. Dia memperkenalkan diri bahwasannya baru saja keluar dari tahanan.

"Saya juga merasa bahwa masalah ini harus ditangani sebab kalau tidak ditangani secara hukum, hal ini takutnya akan membias di masyarkat yang lain," ujar Nelis pada Pewarta Indometro.Id, Jum'at (29/5/2020)

Anehnya, pada saat laporan tersebut diteruskan laporannya ke kapolsek, pihak kepolisian dari Kamis malam sampai Jum'at siang tidak ada tindakkan hukum tentang Intimidasi tersebut.

"Sekitar Pukul 23:15 Bapak Marselus dan Valen melapor ke Kepolisian sektor (Polsek) Mangoli Utara, Laporan diterima oleh Kapolsek, Bapak Iptu Safrudin Bella dan beberapa anggota polisi, Pj Kepala Desa Rawa Mangole dan Pj. Kepala Desa Falabisahaya yang kemudian datang ke Kantor Polsek Mangoli Utara, meminta Polisi untuk segera mungkin menyelesaikan masalah ini dengan tidak menunggu hingga pagi. Namun, Kapolsek berjanji akan mengurus masalah ini pada Jumat, 29 Mei 2020 pkl. 08.00 WIT.

Hingga Pukul 17 : 28, Jum'at 29 Mei 2020 siang ini belum nampak proses penyelesaian kasus ini, sehingga pihak korban merasa bahwa penangan kasus hukum terkesan lambat.

"Besar harapan saya agar kasus ini diselesaikan agar tidak menimbulkan ketakutan bagi keluarga Bapak Marselus Wajong," harapnya

Terpisah, sebagai Korban ancaman yakni Bapak Marselus Wajong (Ketua RT-8 Desa Rawa Mangoli) merasa kecewa atas proses hukum yang ada di polsek Mangoli Utara.

"Karena sejauh ini kami sudah melakukan pelaporan tapi belum juga diselesaikan," cetusnya

Selain itu, terkait masalah tersebut, kata Marselus, hari ini (Jum'at, 29/5/2020) akan di tindak lanjuti.

"Kata Kapolsek pagi ini jam 8 akan selesaikan masalah ini, tapi dari tadi malam sampai sekarang belum ada tindakan untuk penanganan masalah ini," bebernya.(Bung Ode)