Ticker

6/recent/Ticker-posts

Sejumlah Masyarakat Desa Wayo Akui Tidak Pernah Diberikan Bantuan

foto : BPD Akui 160 KK Warga Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, Belum Mendapatkan Bantuan


TALIABU, Indometro.id - Sejumlah Warga Desa Wayo keluhkan terkait bantuan yang selama ini belum mereka terima sama sekali, baik itu bantuan dari pihak Desa maupun dari Dinas Sosial Kabupaten Pulau Taliabu, yang berupa BLT, PKH, RASTRA, BST dll.

"Kami hanya mendapatkan Beras dan uang 150 dari Pemda Taliabu, itu saja, sementara BLT dari desa dengan Bantuan dari dinas sosial tidak pernah, saya anggap penyaluran bantuan tidak tepat sasaran," ujar Tarso pada Pewarta Indometro.id, Senin (25/5/2020)

Dirinya menambahkan, segala macam bantuan yang ada hubungannya dengan Desa, mereka tidak pernah di data, padahal dalam kriteria mendapatkan bantuan, Tarso menyadari dirinya adalah orang yang tepat sasaran mendapatkan bantuan tersebut.

"Pernah saya di data dalam bantuan Rumah tidak layak huni (Rutilahu), tapi pada saat harinya tiba, nama saya sudah tidak ada, jadi saya heran ada apa dengan semua ini," tambanya

Senada dengan hal itu, Bapak Koka adalah warga yang terdata dalam penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) mengakui namanya dihapus pada saat menerima BLT.

"Saya sudah didata dalam BLT, tapi kenapa saya tidak dapat, yang lain misalnya Aparat Desa (RT) mereka tidak didata, cuma pada saat penyaluran BLT kok mereka dapat, sementara saya tidak," tandasnya

Bapak Sarpin, salah satu masyarakat Desa Wayo yang juga sama sekali tidak diberi bantuan, dengan segala macam keluhan, dirinya mengakui aparat Desa Wayo melakukan kebijakan sepihak.

"Saya sama sekali tidak pernah dapat bantuan dari Desa, padahal saya orang tidak mampu pak, sementara ada beberapa orang yang mampu mereka dapat, ini tidak adil," kata Sarpin

Lanjutnya, bahwa kekesalannya terkait dipojokkan oleh bantuan selama ini, sehingga bantuan Covid-19 dari Pemerintah Daerah (Pemda) Taliabu dirinya tidak mau menerima.

"saya tidak mau ambil itu supaya mereka tau bahwa kami masyarakat kecewa dengan kebijakan Desa, kemarin BPD sudah ambil kami punya KK, katanya mau tindaklanjuti tapi sampai sekarang tidak asa hasil," ungkapnya

Terkait bantuan yang tidak pernah diterima, Ibu Sumiyati La Muhammad mengakui dirinya didata penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), namun pada saat yang lain dapat, namanya tidak asa dalam daftar data penerima.

"Saya hanya mau tuntut keadilan pak, kenapa kami yang sebenarnya layak dapat bantuan tapi tidak pernah diperhatikan, kalau tidak percaya lihat sendiri rumah dan kehidupan kami pak," keluhnya

Kepala Badan Permusyawatan Desa (BPD) Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat, Junaida mengatakan bahwa untuk penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) di Desa Wayo itu karena keterbatasan anggaran.

"Jadi kenapa mereka sebagian tidak dapat, karena memang anggaran Desa hanya 800juta, jadi cuma 25%, tetapi kami akan upayakan supaya mereka semuanya akan menerima, namun sejauh ini juga kami dari Desa tetap mengikuti Aturan Permendes yang ditetapkan," kata Junaida

Junaida mengakui, bahwa ada sebanyak 160 KK Warga Wayo yang murni belum mendapatkan bantuan sama sekali, dan data tersebut masih menjadi tanggungjawabnya.

"Ada 160 KK, data itu ada di saya sekarang, dan memang mereka belum pernah menerima bantuan," bebernya.(Bung Ode)