Ticker

6/recent/Ticker-posts

Bupati Dapawole : 2020 Fokus Pembangunan Pasar Rakyat, 2021 Fokus Pembangunan Pasar Modern Sumba Barat

foto : ruangan rapat

Waikabubak, indometro.id  Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole didampingi Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumba Barat dan staf beserta PPK Kegiatan Pembangunan Pasar Rakyat mengikuti rapat secara virtual (video conference) bersama Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bertempat di Ruang Rapat Bupati Sumba Barat, Jumat (29/05).

Video conference dipimpin oleh Direktur Sarana Distribusi dan Logistik, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Sihard Hadjopan Pohan,S.H.M.H dan diikuti oleh 134 Kabupaten/Kota penerima dana Pembangunan Pasar Rakyat. Dalam pertemuan tersebut disampaikan mengenai percepatan Program Nasional Revitalisasi Pasar Rakyat dan petunjuk operasional pengelolaan DAK Tahun Anggaran 2020 Bidang Pasar Menu Kegiatan Revitalisasi Pasar Rakyat yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2020.

“Tahun 2020 ini, 5 Kabupaten menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk pembangunan pasar rakyat tipe D sedangkan 129 Kabupaten/Kota menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk pembangunan pasar rakyat non prototipe. Kegiatan Revitalisasi Pasar Rakyat ini dilakukan sebagai upaya mengangkat citra dan merawat eksistensi pasar, agar memiliki daya saing dan mampu bertahan dalam era persaingan bebas. Selain sebagai penggerak perekonomian, pasar juga merupakan wahana interaksi sosial dan budaya masyarakat di daerah. Oleh karena itu, pembangunan dan peremajaan Pasar-Pasar Rakyat selalu mendapat perhatian lebih dari Kemendag.” ujar Pohan dalam arahannya.

Kabupaten Sumba Barat akan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk pembangunan pasar rakyat non prototype dengan kisaran jumlah 2,5-3 Miliard yang rencananya akan digunakan untuk membangun pasar dengan lokasi di Hoba Kalla, Kecamatan Lamboya.

Untuk mendapatkan dana tersebut, pemerintah Kabupaten diharapkan untuk segera membuat perencanaan yang akan diusulkan kepada Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Review perencanaan tersebut akan dilakukan pada minggu ketiga bulan Juni 2020.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Dapawole mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sehingga pada tahun ini Kabupaten Sumba Barat mendapatkan dana bagi pembangunan pasar.

Ujar Dapawole, “Pasar merupakan tempat interaksi antara penjual dan pembeli yang memungkinkan roda perekonomian berputar. Kebutuhan dasar manusia dalam hal ini kebutuhan pangan didapatkan di pasar tradisional atau pasar rakyat. Dengan adanya program revitalisasi pasar yakni pembangunan pasar, kegiatan ekonomi akan semakin berjalan lancar. Hal ini dikarenakan pembangunan pasar ini bertujuan untuk memberikan tempat yang nyaman bagi penjual untuk menjual dagangannya dan keudahan bagi pembeli untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari”.

“Tahun ini, kita fokus pada pembangunan pasar rakyat. Tahun 2021 kita fokus pada pembangunan pasar modern. Kita harus terus fokus pada pembangunan agar Kabupaten ini semakin maju dan sejahtera” kata Dapawole di akhir Video Conference tersebut. Humas.(Yunia)