Ticker

6/recent/Ticker-posts

Massa di Pantai Gading Hancurkan Pusat Pengujian Virus Corona yang Sedang Dibangun

Ilustrasi Massa
PANTAI GADING, indometro.id - Warga di distrik kelas pekerja di Abidjan, Pantai Gading pada Minggu (5/4/2020) menghancurkan sebuah pusat pengujian virus corona yang sedang dibangun. Alasan perusakan itu diduga karena kekhawatiran warga terkait lokasi bangunan yang terlalu dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
Video yang diposting di media sosial, menunjukkan puluhan orang membongkar bangunan tersebut, beberapa dari mereka berteriak: "Kami tidak menginginkannya!"
Insiden itu terjadi di Distrik Yopougon di kota berpenduduk lima juta jiwa, yang merupakan ibu kota komersial Pantai Gading.
Menurut keterangan seorang petugas kepolisian yang dilansir AFP, warga setempat berdemonstrasi menentang pusat itu karena mereka pikir itu terlalu dekat dengan rumah mereka dan tepat di tengah-tengah distrik perumahan.
Tetapi seorang pejabat lokal mengatakan bahwa gedung, yang masih dalam pembangunan itu, tidak pernah dimaksudkan sebagai pusat perawatan untuk pasien virus corona (COVID-19), hanya sebagai pusat pengujian.
Ini adalah insiden kekerasan pertama yang terkait dengan wabah COVID-19 di Pantai Gading, yang sejauh ini relatif tidak terlalu terdampak oleh virus tersebut, setidaknya menurut angka resmi.
Sejauh ini negara Afrika itu memiliki 261 kasus yang dikonfirmasi, dengan tiga kematian.
Namun demikian, pihak berwenang berusaha meningkatkan kapasitas mereka untuk mengobati wabah tersebut.
Presiden Alassane Ouattara telah menyatakan keadaan darurat pada 23 Maret. Abidjan telah ditempatkan di bawah karantina, secara efektif terputus dari seluruh negara, dan jam malam juga telah diberlakukan di seluruh negeri.
Sekolah, gereja dan toko-toko non-esensial telah ditutup dan pertemuan telah dilarang.
Pada Sabtu (4/4/2020), para pejabat kesehatan senior merekomendasikan agar orang memakai masker di tempat-tempat umum untuk mencoba memperlambat penyebaran virus.
Namun sejauh ini, pemerintah belum memerintahkan penutupan penuh.
Pekan lalu, Pemerintah Pantai Gading mengumumkan rencana USD2,8 miliar untuk mengatasi dampak ekonomi dan sosial dari pandemi, yang diperkirakan akan mengurangi separuh tingkat pertumbuhan negara itu menjadi 3,6 persen pada 2020.

Berita ini sudah terbit di OKEnews