Ticker

6/recent/Ticker-posts

Berita Baik: 9 Negara Mulai Aktivitas Kembali Setelah Lockdown Akibat Wabah Corona

Lockdown Mulai Dibuka di Beberapa Negara Setelah Corona Mereda
PANDEMI, indometro.id - Corona COVID-19 memaksa semua orang di seluruh dunia untuk mengurung diri dalam rumah guna memutus mata rantai penularannya. Beberapa negara bahkan memilih menerapkan kebijakan ekstrim berupa Lockdown.
Setelah menelan pil pahit akibat lockdown guna memutus mata rantai penyebaran virus, kini beberapa negara tersebut mulai berangsur pulih dan rakyatnya telah beraktivitas seperti sedia kala, meski diikuti aturan ketat.

Dikutip dari Arabnews, Jumat (17/4/2020) berikut negara-negara yang sudah mulai membuka diri setelah Lockdown.

1. Bahrain
Pada 9 April 2020, Bahrain mengumumkan pusat perbelanjaan seperti mal dan toko boleh beroperasi lagi setelah diberlakukan kebijakan lockdown akibat corona selama beberapa pekan. Kendati demikian para pekerja dan pengunjung toko tetap diwajibkan memakai masker. Begitu juga dengan setiap orang yang keluar rumah, wajib menggunakan masker.
Pembukaan mal dan toko ini dijalankan dengan aturan ketat. Di antaranya, pihak toko harus mengontrol jumlah orang yang ada di dalam area toko untuk menghindari terjadinya kerumuman orang. Selain itu, harus dipastikan semua permukaan di area toko dibersihkan dengan disinfektan secara rutin.
Khusus untuk supermarket dan toko-toko makanan harus mengalokasikan jam pertama operasional toko untuk para lansia dan ibu hamil agar meminimasilisasi risiko infeksi pada orang-orang tua dan wanita mengandung.
Sementara itu, untuk tempat olahraga seperti gym, kolam renang umum, kafe sisha, atau gerai-gerai kecantikan serta taman hiburan masih akan ditutup hingga 23 April 2020 mendatang.
Larangan berkumpul di tempat umum pun masih dibatasi, dengan maksimal lima orang saja. Semua orang masih diimbau untuk tetap berada di rumah, dan keluar rumah hanya dalam keadaan penting dan mendesak. Bahrain sendiri, seperti dilaporkan Reuters memiliki catatan kasus COVID-19 sebanyak 1.361 dengan enam kasus kematian.
2. Iran
Setelah memberlakukan lockdown selama satu pekan, Iran mencoba memulihkan keadaan dengan terlebih dahulu membuka kembali kantor-kantor pemerintahan yang berlokasi di luar ibukota, dengan aturan sepertiga karyawan tetap bekerja dari rumah.
Industri bisnis yang ada di luar wilayah ibu kota juga sudah kembali buka sejak 11 April 2020. Sementara itu, untuk di Teheran, bisnis baru diizinkan untuk dibuka kembali Sabtu 18 April 2020 mendatang. Tapi bisnis yang diizinkan untuk dibuka kembali ini, bisa dilakukan selama pihak bisnis tersebut mendaftar pada pihak berwenang dan mengikuti pedoman tentang menjaga jarak sosial. Kasus COVID-19, di Iran tercatat sebanyak 73.303 dengan 4.585 di antaranya meninggal dunia.
3. Spanyol
Sejak 27 Maret 2020 silam pemerintah Spanyol telah menerapkan aturan pembatasan, yang akhirnya sudah dicabut pada Senin 13 April 2020.
Kini, Spanyol mengizinkan sektor industri bisnis yang para pegawainya tidak memungkinkan kerja dari rumah, untuk buka. Industri manufaktur, konstruksi, dan beberapa pekerja jasa layanan diizinkan untuk kembali bekerja tapi tetap harus mematuhi pedoman keselamatan yang ketat.

Para pejabat Spanyol mengatakan juga akan mendistribusikan 10 juta masker di sarana transportasi umum. Spanyol memang tercatat memiliki kasus angka kematian cukup tinggi, dengan catatan sebanyak hampir 17.500 pasien positif COVID-19 meninggal, tetapi Spanyol berhasil menurunkan angka kasus infeksi baru.
4. Italia
Italia menjadi negara di kawasan Eropa yang paling terdampak oleh COVID-19, dengan angka kematian lebih dari 20.000 orang. Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte secara resmi telah mengumumkan bahwa lockdown di Italia diperpanjang hingga 3 Mei 2020 mendatang.
Meskipun ada seruan luas dari kalangan bisnis dan politisi oposisi, bahwa Italia harus kembali memulai menjalankan roda perekonomian. Akhirnya Italia menjalankan jalan tengah sebagai solusi, misalnya di wilayah Veneto, Gubernur Luca Zaia mengatakan bahwa pasar-pasar akan kembali dibuka, dan warga diperbolehkan berolahraga di luar rumah dengan jarak sejauh 200 meter dari rumah. Namun khusus untuk sekolah di seluruh Italia tidak akan dibuka kembali sebelum liburan musim panas tahun ini.
5. Denmark
Sekolah-sekolah dan day care centers di Denmark, telah kembali dibuka pada Rabu 15 April 2020. Pembukaan kembali sekolah dan day care centers ini, jadi langkah pertama Denmark mencoba melonggarkan aturan lockdown yang telah diberlakukan sejak 11 Maret 2020, yang menjadikan Denmark sebagai salah satu negara di Eropa yang mengkarantina diri.
Sejauh ini dengan jumlah populasi sekira 5,6juta, Denmark tercatat memiliki kasus positif COVID-19 sebanyak 4.681 dengan jumlah kematian sebanyak 187 orang.
6. Norwegia
Sama halnya dengan Denmark, sekolah-sekolah dan day care centers di Norwegia juga akan kembali dibuka pada 20 April 2020 mendatang. Bisnis seperti salon dan jenis bisnis lainnya juga diizinkan untuk kembali dibuka pada pekan mendatang. Larangan traveling ke rumah penginapan keluarga juga akan dicabut pemerintah Norwegia pada 20 April 2020 nanti.

Perdana Menteri, Erna Solberg, menyatakan keputusan ini diambil oleh pemerintah Norwegia setelah melihat adanya pengurangan jumlah kasus infeksi baru. “Kami sekarang punya kontrol atas virus ini, jadi kami bisa kembali membuka lingkungan komunitas masyarakat sedikit demi sedikit. Kami akan melakukannya dan mengontrolnya bersama,” ujar Erna.
7. Austria
Lockdown sejak 16 Maret 2020, kini beberapa pertokoan di Austria sudah kembali dibuka namun pemberlakuan wajib memakai masker akan diperluas sejak 14 April 2020 lalu.
Kanselir Austria, Sebastian Kurz mengumumkan bahwa toko-toko kecil, toko peralatan rumah tangga, dan pusat taman diizinkan dibuka kembali tetapi dengan aturan pembatasan jumlah orang di area tersebut dalam waktu tertentu.
Sedangkan gerai-gerai yang lebih besar, sudah bisa beroperasi kembali pada 1 Mei 2020 mendatang. Sementara restoran, hotel, dan sekolah dibuka kembali pada pertengahan Mei nanti. Tapi Sebastian Kurz memperingatkan bahwa tindakan darurat lain, mungkin diperlukan sebagai rem jika nanti kembali ada peningkatan jumlah kasus positif terinfeksi.
Sejauh ini, Austria dilaporkan telah memiliki kasus positif COVID-19 sebanyak 12.297 dengan angka kematian, sebanyak 220 kasus.
8. Republik Ceko
Menyatakan lockdown pada 12 Maret 2020 lalu, kini Ceko sejak Kamis 16 April 2020 secara perlahan mulai membuka beberapa pertokoan. Supermarket, apotek dan toko obat sudah diizinkan untuk kembali beroperasional.
Nantinya pembukaan kembali toko-toko di Ceko, seperti yang diungkapkan oleh Menteri Industri dan Perdagangan Ceko, akan berlanjut meliputi toko-toko yang misalnya menjual keperluan material konstruksi bangunan, perlengkapan hobi, toko sepeda.
Semua toko yang kembali dibuka, di tiap pintu masuknya harus memiliki disenfektan dan sarung tangan sekali pakai yang disediakan bagi para pengunjung dan harus menerapkan aturan menjaga jarak satu sama lain. Di Ceko, tercatat sebanyak 4.822 kasus COVID-19 dan angka kematian sebanyak 78 kasus.
9. Wuhan, China
Episentrum dari pandemi COVID-19, menjalani lockdown kurang lebih selama 76 hari. Setelah aturan lockdown diangkat, masyarakat Wuhan untuk pertamakalinya boleh melakukan mobilitas dan pergi meninggalkan Wuhan.
Warga diperbolehkan kembali bekerja, dengan catatan mempunyai kode QR hijau yang disematkan pemerintah pada ponsel setiap orang, yang berarti orang tersebut dalam kondisi sehat. Selain memiliki kode QR hijau, para warga yang diizinkan untuk kembali bekerja dengan catatan pihak pemberi kerja telah mengeluarkan surat.
Untuk di lingkungan perumahan, sejauh ini tidak ada kasus baru selama 14 hari terakhir, satu orang per rumah dengan kode QR hijau boleh keluar komplek perumahan selama dua jam per hari nya.
Setelah aturan lockdown dicabut, sejak 25 Maret 2020 lalu layanan transportasi seperti bus juga sudah boleh beroperasi kembali, lalu diikuti tiga hari kemudian oleh layanan subway atau kereta bawah tanah.
Industri Bisnis dan pertokoan juga disebutkan secara bertahap telah dibuka kembali. Hu Yabo, Wakil Walikota Wuhan menyebutkan, sekarang hampir 94 persen sektor bisnis telah kembali beroperasi. Bahkan untuk perusahaan industri besar, lebih dari 97 persen sudah kembali beroperasi, sedangkan di sektor perusahaan jasa, jumlahnya 93 persen yang sudah buka.




Berita ini sudah terbit di OKEnews