Ticker

6/recent/Ticker-posts

Pesawat Angkut 176 Penumpang Jatuh dan Meledak di Iran, Warga Mengira Serangan Balasan AS

Pesawat Angkut 176 Penumpang Jatuh dan Meledak di Iran, Warga Mengira Serangan Balasan AS
ist

INDOMETRO.ID - Pesawat maskapai Ukraina, Ukraine International Airlines, jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, di Teheran, Rabu (8/1/2020) pagi.

Kecelakaan ini terjadi beberapa jam setelah Iran meluncurkan puluhan rudal ke dua pangkalan militer, markas pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak.

Namun Kementerian Perhubungan Iran dan pemerintah Ukraina sejauh ini sependapat bahwa penyebab pesawat jatuh adalah masalah teknis, tak terkait dengan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Meski demikian warga di tempat lokasi jatuhnya pesawat, yakni di pinggiran Teheran, sempat beranggapan bahwa suara keras dan ledakan besar pada Rabu pagi merupakan serangan balasan dari AS.

Warga setempat, Din Mohammad Qassemi, mengaku sedang menonton berita tentang serangan rudal balistik Iran ke pangkalan militer AS di Irak, melalui televisi.

Tiba-tiba dia mendengar ledakan keras disertai api yang membumbung ke angkasa. 

Kuatnya ledakan, kata Qassemi, menyebabkan rumahnya berguncang kuat.

“Saya mendengar ledakan besar dan semua bagian rumah bergetar. Ada kebakaran di mana-mana. Awalnya saya berpikir (AS) menyerang ke sini dengan rudal," katanya kepada Associated Press.

Bahka dia dan keluarga sempat pergi ke ruang bawah tanah, tempat berlindung.
"Setelah beberapa saat, saya keluar dan melihat ada pesawat jatuh di sana. Jenazah tergeletakan di mana-mana," tuturnya.

Sebanyak 176 orang tewas dalam kecelakaan pesawat Boeing 737-800 itu, yakni 167 penumpang dan sembilan kru.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dia mempercepat kunjungannya ke Oman dan kembali ke Kiev.

berita ini bersumber dari inews