Ticker

6/recent/Ticker-posts

Astronom Temukan Struktur Gas Berbentuk Gelombang, Mirip Riak di Kolam

Astronom Temukan Struktur Gas Berbentuk Gelombang, Mirip Riak di Kolam
ist
INDOMETRO.ID - Para astronom menemukan struktur gas terbesar yang pernah diamati di galaksi. Penemuan ini mengubah pengetahuan manusia mengenai bentuk materi di Bima Sakti.

Struktur berbentuk gelombang sekitar 9.000 tahun cahaya dan lebar 400 tahun cahaya, membentang sepanjang 500 cahaya di atas dan bawah bidang tengah cakram galaksi. Struktur seperti benang yang panjang dan relatif tipis bergelombang seperti riak di kolam.

Tim dari Harvard menggunakan data baru dari pesawat luar angkasa Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk membangun peta 3D materi antarbintang di galaksi ini.

"Kami tidak tahu apa yang menyebabkan bentuk ini tapi itu bisa seperti riak di kolam, seolah-olah sesuatu yang luar biasa besar mendarat di galaksi kita. 

Apa yang kita tahu adalah Matahari berinteraksi dengan struktur ini. Struktur dilewati oleh festival supernova saat melintasi Orion 13 juta tahun yang lalu dan dalam 13 juta tahun lainnya akan melintasi struktur itu lagi seperti sedang berselancar di ombak," kata Profesor astrofisika bintang di Universitas Wina João Alves yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (9/1/2020).

Struktur ini terdiri atas pembibitan bintang yang saling berhubungan, area luar angkasa dengan awan gas dan debu tebal. Ini mengubah visi 150 tahun dari galaksi yang sebelumnya diyakini oleh para peneliti terdiri atas pembibitan bintang terdekat yang membentuk cincin yang mengembang berorientasi di sekitar Matahari, yang dikenal sebagai Gould Belt.

Gould Belt pertama kali dideskripsikan oleh Benjamin Gould pada 1879 sebagai kumpulan bintang-bintang besar dan terang yang membentuk cincin dalam proyeksi di langit. 

Para ilmuwan telah menjuluki penemuan seperti gelombang baru sebagai Radcliffe wave.

"Tidak ada astronom yang menduga kita hidup di sebelah kumpulan gas raksasa yang menyerupai gelombang atau membentuk Local Arm of th Milky Way. 

Keberadaan gelombang itu memaksa kita untuk memikirkan kembali pemahaman kita tentang struktur 3D Bima Sakti," kata profesor Alyssa Goodman, co-director of the Science Program at the institute.

Studi ini dimungkinkan oleh data baru dari Gaia, pesawat luar angkasa ESA yang diluncurkan pada 2013 dengan misi mengukur posisi, jarak, dan gerakan bintang secara tepat. Struktur baru terdiri atas sebagian besar daerah pembentuk bintang di dekatnya dan berisi sekitar tiga juta massa Matahari dari gas.

Gelombang mencakup banyak pembibitan bintang yang sebelumnya dianggap membentuk bagian dari Gould Belt. Untuk waktu yang lama, para astronom telah mencoba mencaritahu apakah bintang-bintang terang yang membentuk busur di langit benar-benar membentuk cincin dalam 3D.

"Alih-alih apa yang kami amati adalah struktur gas koheren terbesar yang kita ketahui di galaksi, yang diorganisasikan bukan di dalam cincin tapi filamen besar yang bergelombang. Matahari terletak hanya 500 tahun cahaya dari gelombang di titik terdekatnya. 

Sudah tepat di depan mata kita sepanjang waktu, tapi kita tidak bisa melihatnya sampai sekarang," ujar Alves.

Peta 3D yang baru menunjukkan lingkungan galaksi dalam cahaya baru, memberikan pandangan yang direvisi mengenai Bima Sakti dan berpotensi membuka pintu bagi penemuan besar lainnya. Penemuan baru ini dirancang dalam Nature dan dapat dilihat sebagai peta 3D di website Worldwide Telescope. 

berita ini bersumber dari inews