Presiden Jokowi di Urutan 13 Dari 500 Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia - Indometro Media

Berita Terbaru

Sunday, October 6, 2019

Presiden Jokowi di Urutan 13 Dari 500 Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia

Baca Juga

ist


INDOMETRO.ID – Pusat Studi Islam Strategis Kerajaan Yordania merilis 500 tokoh Muslim berpengaruh di seluruh dunia untuk edisi 2020 mendatang. Dalam daftar itu, di urutan 50 besar, Presiden Indonesia Joko Widodo ( Jokowi) berada di urutan 13, di bawah Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamid Al-Thani.

Di dalam publikasi The Muslim 500, Presiden Jokowi merupakan pemimpin pertama yang bukan berasal dari militer atau dinasti politik. 

Dia datang dari keluarga bersahaja keturunan Jawa. Sang ayah merupakan pengusaha furnitur kecil, di mana seringkali tak bisa memenuhi kebutuhan keluarga. 

Disebutkan di sana Jokowi merupakan Wali Kota Solo yang begitu dekat dengan warganya. Dia fokus mempopulerkan Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa. 

Namun, dia juga gencar mengembangkan sistem transportasi publik, layanan kesehatan, dan iklim usaha yang sesuai dengan warganya. 

Presiden berusia 58 tahun itu disebut adalah sosok politisi “bersih”, di mana menghindari korupsi serta nepotisme yang menjangkiti kalangan politisi.

Setelah itu karir politiknya menanjak sebagai Gubernur DKI Jakarta, sebelum dicalonkan sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan. 

Selama berkampanye, dia mempertahankan “Tradisi Blusukan”. Yakni terjun dan mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan rakyat. 

Pendekatan ini membuatnya mengerti apa yang menjadi saran serta kritikan dari masyarakatnya, dan menikmati relasi kuat dengan publik. 

Dalam pemilu April lalu, Jokowi yang menggandeng Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia(MUI) terpilih dengan meraup 55,5 persen suara.

“Pluralisme adalah bagian DNA Indonesia. Meski banyak tantangan, Islam di Indonesia merupakan kekuatan moderasi,” ujar Jokowi yang dikutip oleh The Muslim 500. 

Selain Presiden Jokowi, tokoh Indonesia lain yang masuk ke dalam daftar 50 besar tokoh Muslim berpengaruh dunia adalah Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. Said Aqil Siradj berada di urutan 19. 

Dia membentuk Said Aqil Centre di Mesir, yang fokus kepada diskursus Islam, terutama tentang Dunia Arab. 

Selama tampil setidaknya dalam enam edisi hingga 2020, presiden berusia 58 tahun itu tidak pernah terlempar dari urutan 20 besar. 

Ketika pertama kali muncul dalam edisi 2014/2015, Jokowi berada di peringkat 11. Saat itu, dia menang setelah meraih 55 persen suara. 

Lalu dalam edisi setahun berselang, posisinya turun dua setrip ke urutan 13 di bawah Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan. 

Kemudian pada edisi 2018, posisinya kembali turun tiga tingkat ke peringkat 16, masih tetap di bawah Putra Mahkota Abu Dhabi. 

Posisi Presiden Jokowi dalam daftar 50 besar tokoh Muslim berpengaruh dunia tak berubah pada edisi 2019 ini, sebelum menanjak di urutan 13 untuk edisi tahun depan. 

Adapun peringkat pertama dalam daftar tersebut adalah sarjana Islam Deobandi Hanafi asal Pakistan, Muhammad Taqi Usmani. 

Memulai publikasi sejak 2009, The Muslim 500 memfokuskan nominasi pada pengaruh si tokoh baik terhadap dunia Islam, maupun komunitas non-Islam.

Berikut lima besar tokoh Muslim berpengaruh dunia itu:


  • Hakim Sheikh Muhammad Taqi Usmani (Sarjana Yurisprudensi dan Finansial Islam)
Sheikh Mufti Muhammad Taqi Usmani merupakan salah satu sarjana terkemuka dalam bidang Hadits, yurisprudensi, dan finansial Islam. 

Dia merupakan pemimpin intelektual Sekolah Islam Deobandi, dan Hakim Pengadilan Tinggi Syariat Mahkamah Agung Pakistan pada 1982 sampai Mei 2002.

  • Ayatollah Ali Khamenei (Pemimpin Tertinggi Iran)
Grand Ayatollah Khamenei merupakan pemimpin kedua Republik Islam Iran. Dia lahir di Mashhad, dan menempuh pendidikan di Seminari Keagamaan Qom.

Khamenei menjadi figur penting Revolusi Iran pada 1979, dan kemudian menjadi Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan Ruhollah Khomeini. 

Dia berada di peringkat kedua karena posisinya sebagai pemimpin keagamaan yang memberikannya peran unik dalam relasi politik.

  • Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan (Putra Mahkota Abu Dhabi)
Selain Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan juga Wakil Panglima Tertinggi Militer Uni Emirat Arab (UEA). 

Di merupakan putra ketiga mendiang Sheikh Zayed bin Sultan Al-Nahyan, yang merupakan presiden pertama UEA dari 1971 hingga wafat pada 2004. 

Sebagai salah satu jenderal, Sheikh Mohammed ikut andil dalam melakukan modernisasi angkatan perang UEA.

  • Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud (Raja Arab Saudi dan Penjaga 2 Masjid Suci)
Raja Salman merupakan penguasa ketujuh Arab Saudi yang bertakhta sejak Januari 2015 sejak wafatnya saudaranya, Raja Abdullah bin Abdulaziz. 

Dia berada di urutan keempat karena pengaruh Saudi di tiga area kritis. 

Pertama, Saudi merupakan rumah dua kota suci, Makkah dan Madinah. 

Kedua, Saudi merupakan raksasa pengekspor minyak, dan yang terakhir, mempromosikan Islam melalui jaringan dakwah bagi negara Muslim.

  • Raja Abdullah II (Raja Yordania dan Penjaga Situs Suci Yerusalem)
Raja Abdullah II Ibn Al-Hussein bukan merupakan penguasa monarki kerajaan kaya, populer, atau termasuk cendekiawan Muslim. 

Namun, namanya masuk dalam lima besar tokoh Muslim berpengaruh dunia karena menjadi salah satu ujung tombak isu utama dunia Arab: Israel dan Palestina. 

Raja yang berkuasa sejak 7 Februari 1999 silam itu merupakan generasi ke-41 keturunan langsung Nabi Muhammad melalui cucu sang Nabi, Al-Hasan. 

Dia berasal dari Hashemite, dinasti penguasa tertua dunia yang masih aktif setelah Jepang, dan memberikan Raja Abdullah II peran unik di dunia Arab.

berita ini bersumber dari sumutpos

No comments:

Post a Comment