Mengkhawatirkan, Kabut Asap di Riau Sudah Memasuki Kualitas Udara Level Berbahaya - Indometro Media

Berita Terbaru

Friday, September 13, 2019

Mengkhawatirkan, Kabut Asap di Riau Sudah Memasuki Kualitas Udara Level Berbahaya

Baca Juga


ist


INDOMETRO.ID – Kabut asap di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau kian mengkhawatirkan.


Dalam sepekan terakhir, kualitas udara di wilayah tersebut makin buruk hingga masuk level berbahaya.

Kabut asap yang kian pekat menyelimuti Kota Pekanbaru telah menghalangi jarak pandang pengendara kendaraan di jalanan hingga pemukiman warga, di antaranya di Jalan Sudirman, Tuanku Tambusal, Gajah Mada, dan Jalan Diponegoro.  

Dikutip dari Media Online, kualitas udara bercampur partikel debu yang sudah masuk pada level berbahaya itu membuat warga mengalami sesak napas, sakit mata, dan iritasi kulit. Karena itu, warga diminta tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tak mendesak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat ada sebanyak 239 titik api yang tersebar di Pekanbaru. Kondisi ini merupakan yang terburuk sejak Maret 2015 silam.

Reporter di sekitar melaporkan bahwa aktivitas sekolah di Riau sejak kemarin lumpuh total karena kabut asap yang samakin tebal. 

Gubernur Riau pun telah mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga universitas untuk sementara waktu hingga kabut asap di sana hilang.

Selain aktivitas sekolah dihentikan sementara, aktivitas penerbangan di Bandara Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru juga sempat terganggu selama 30 menit. Hal itu akibat jarak pandang yang makin menurun akibat tebalnya kabut asap. 

Pagi tadi, jarak pandang 300 meter dan siang hari menjadi 700 meter.
Namun meski jarak pandang lebih panjang, namun berdasarkan pantauan di lapangan, ada beberapa pesawat yang sempat mengalami keterlambatan. 

Bahkan tadi ada pesawat Citilink dari Jakarta terpaksa mendarat di Batam karena kabut asap di wilayah tersebut.

Untuk mengatasi kabut asap yang makin pekat di Pekanbaru, TNI AU telah mengirim satu unit pesawat cassa untuk melakukan penyemaian garam di wilayah-wilayah tertentu agar modifikasi cuaca berjalan baik. 

Diharapkan upaya semai garam ini bisa membuat Provinsi Riau diguyur hujan demi menghilangkan kabut asap yang terus menebal.  

Asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah perbatasan Riau pun menyelimuti wilayah perbatasan dengan Sumatera Utara, yakni Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu, dan Labuhan Batu Utara. 

Masyarakat di tiga kabupaten ini mengalami gangguan pernapasan, mata pedih dan suhu udara makin panas.  
Kondisi di Kabupaten Labuan Batu Selatan berkabut asap di kawasan perkantoran Kota Pinang. 

Untuk mengantisipasi gangguan pernapasan, sekelompok pemuda tampak membagikan masker di jalan-jalan. Dua kabupaten lainnya juga mengalami kondisi serupa sejak sepekan terakhir.

Sementara itu, kebakaran lahan gambut di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah terus meningkat. 

Kebakaran hampir merata di seluruh wilayah kecamatan yang tersebar di 17 titik. Akibatnya, hampir satu bulan ini, wilayah tersebut diselimuti kabut asap tebal yang disertai dengan aroma menyengat. Bahkan, jarak pandang makin pendek, cuma sekitar 20 meter.

Masyarakat di Kotawaringin Timur pun diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Data Satgas Karhutla Kotawaringin Timur, luas lahan gambut yang terbakar sudah mencapai lebih dari 300 hektare (ha).

Berita ini telah di terbitkan dan bersumber dari viva



No comments:

Post a Comment