Petani Keluhkan Pupuk Menumpuk di Gudang Distributor - Indometro Media

Berita Terbaru

Tuesday, July 16, 2019

Petani Keluhkan Pupuk Menumpuk di Gudang Distributor

Baca Juga

Pupuk bersubsidi menumpuk di gudang CV Deepa Sejahtera yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, Desa Moawo, Kecamatan Gunungsitoli.
GUNUNGSITOLI,INDOMETRO.ID  Puluhan petani di Desa Tetehosi Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, mengeluhkan langkahnya pupuk di pasaran. 
Kondisi itupun mengakibatkan tanaman mereka gagal panen. Ironisnya, di beberapa pedagang pengecer pupuk bersubsidi dijual dengan harga tinggi.
Salah seorang petani di Desa Tetehosi Afia, Ama Efi Zega, mengungkapkan biasanya pengadaan pupuk bersubsidi di desa mereka dikelola UD Beni. Meski uang diberikan uang, namun pupuk yang mereka pesan tak kunjung datang.
“Bulan Mei lalu kami serahkan uang, namun karena pupuk tak kunjung datang terpaksa kami tarik kembali uangnya. Alasan UD Beni pupuk belum datang, sementara padi kami saat ini sudah berumur 6 minggu, butuh pupuk. 
Kami juga tak tau apa masalah sehingga pupuk langkah, padahal kami dengar info kalau pupuk banyak di gudang,”beber Ama Efi Zega, yang juga Ketua Kelompok Tani Fajar, Senin (15/7). Diakui Zega, padi yang ditanam oleh petani di desanya tampak kurus dan berwarna kekuningan karena ketiadaan pupuk.
Sementara itu, belum lama ini, saat Sumut Pos menyambangi gudang pupuk milik CV Deepa Sejahtera di Jalan Yos Sudarso, Desa Moawo, Kecamatan Gunungsitoli. Menurut pengakuan salah seorang penjaga gudang, stok pupuk di dalam gudang terdapat 1.400 ton.
“Soal kelangkaan pupuk tidak urusan kami bang, kami hanya penjaga gudang. Urusan distribusi ada yang menangani. Banyak juga warga nanya ke sini untuk beli pupuk, tapi kami tidak bisa melayani mereka,”ujar penjaga gudang yang tak mau menyebutkan namanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli, Oimonaha Telaumbanua yang ditemui Sumut Pos di kantornya, Kamis (11/7), mengaku jika informasi kelangkaan pupuk tersebut belum diketahuinya.
Namun Telambanua meyakinkan, jika kelangkaan pupuk tersebut disebabkan ulah distributor yang akan dilaporkannya ke Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.
“Sampai sekarang saya belum dapat pengaduan, bagusnya kelompok tani buat surat kepada saya. Dan dasar itu nanti saya laporkan. Sebab, Kadis Pertanian Provsu yang berhubungan langsung dengan produsen pupuk,”terangnya.


Oimonaha menjelaskan, Sesuai Rencana Defenitif Kebutuhan Pupuk (RDKK) penyeluran pupuk hingga sampai ke tangan petani, merupakan tanggung jawab distributor sampai ke pengecer. Selanjutnya, pengecerlah yang berurusan kepada para kelompok tani.(sp)

No comments:

Post a Comment