''Kok Tega Bulan Suci Ramadhan Meracuni Orang...?'' - Indometro Media

Berita Terbaru

Friday, May 10, 2019

''Kok Tega Bulan Suci Ramadhan Meracuni Orang...?''

Baca Juga

''Kok Tega Bulan Suci Ramadhan Meracuni Orang...?''
 Titiek Soeharto saat membezuk korban keracunan di RS Ciptomangunkusumo tengah malam tadi.
INDOMETRO.IDAnggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto mengunjungi langsung para korban demonstran yang diduga diracun usai mengikuti aksi damai di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 
Hingga kini, mereka masih berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mendapatakan perawatan intensif.
“Tengah malam ini jam 00.30 saya baru saja menjenguk relawan 02 di RSCM, sangat menyedihkan.. mereka keracunan makanan sehabis mengikuti aksi damai jumat siang di Bawaslu. Mereka makan kue-kue yg diantar dalam koper merah oleh orang tidak dikenal. Astaghfirullah… kok ada ya.. orang yg tega-teganya dibulan suci Ramadhan meracuni orang…?!?! Keterlaluan !!!,” demikian kata putri mantan presiden Soeharto tersebut dalam laman Instagramnya.
Hingga berita ini dibuat, ada 1.174 warganet yang mengomentari kejadian tersebut. Berikut kutipannya:
Cekrek_0705: semoga mereka yang melakukan hal semacam ini terkena azab yang amat pedih. Amiin
Coalition_united_2018: sekarang hati-hati bgt direzim ini sepertinya senang menabur racun!
Riskayulizasaidris: astagfirullah, politik itu emang kejam yah, sampai segitunya
zahrani_zarkashyi: Mohon sebarkan Buat umat muslim Jgn pernah sembarang memakan atau mengambil takjil baik dijalan jalan maupun di mesjid. Juga untuk mesjid2 jgn sembarang menerima sumbangan takjil dr orang. Gejala dr racun/virus yg ditaruh dimakanan dan minuman itu tdk berakibat Iangsung. Tp bertahap. Gejalanya seperti penyakit normal. Persis seperti yg dialami para petugas kpps. Nanti setelah banyak berjatuhan korban, pemerintah melalui menkes ajan mengumumkan seolah sedang tersebar wabah/penyakit/virus. Lalu mereka menawarkan obat2 yg akan mereka distribusikan melalui puskesmas2/ klinik2/rumah sakit2 secara cuma2 seolah pemerintah peduli dan bertindak. Padahal obat2an itu justru akan lbh membuat penyebaran racun/virusnya semakin berkembang dan membahayakan. lnilah yg mereka maknakan sebagai perang total.
Faiq_200806: sepertinya motifnya sama dengan kasus meninggalnya KPPS (the power of racun) judulnya
Joke_9931: Terkutuk!!!
eun_ri07: Kasar bgt permaenan mereka yg ingin 02 kalah, semoga segala keburukan yg dilakukan di bulan puasa ini Allah balas dn kembalikan lg ke mereka sndiri agar mreka sgera mnyadari sgala kesalahannya
gusdurrangga_papi255: Nah ketaun petunjuk dari Allah..jgn2 penyebab kematian 500 petugas KPPS krn keracunan? bu @titieksoeharto
mayoneLmuhazam: usut tuntas buuu @titieksoeharto
Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah, Titiek mendorong Rumah Perjuangan Rakyat untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) menyelelidiki ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia usai bertugas. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat hingga Sabtu (11/5), Petugas KPPS yang meninggal mencapai 469 jiwa.
“Di negara mana dan di zaman apa, ada korban yang begitu banyak yang meninggal dalam suatu pemilu. Hanya ada di periode ini,” kata Titiek Soeharto, saat menghadiri acara Kemanusiaan untuk Korban Meninggal Anggota KPPS dan Polri di Rumah Perjuangan Rakyat, Jakarta.
Titiek, sebagaimana dilansir dari indonesia inside juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya musibah yang dinilainya tidak wajar ini. “Belum pernah terjadi di Indonesia dan negara lain pun, korban meninggal petugas Pemilu yang begitu banyak. Saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban semoga Allah SWT menempatkan di surga,” ujar Putri Cendana ini.
Menurutnya, pemerintah seharusnya bertanggungjawab atas musibah nasional ini dengan memberi perhatian khusus pada keluarga korban. Ia mendorong agar dibentuk tim khusus untuk menginvestigasi kasus tersebut.
“Ini tidak ada yang merasa bertanggungjawab, tidak ada yang harus berduka cita. Mestinya ada yang menyatakan bela sungkawa, ada apa ya dengan pemerintah. Diam saja begitu. Saya rasa kita harus bentuk Tim Pencari Fakta karena yang meninggal ini ratusan jiwa,” tukas Titiek Soeharto.
Dari 474 orang yang meninggal tersebut, kata Titiek Soeharto, ambillah 100 orang sampel. Lalu datangi keluarganya untuk investigasi. Apakah sebelum meninggal, apa yang dia kerjakan, apa yang dia makan dan apa yang dikeluhkannya.


“Kita harus investigasi, kenapa orang ini bisa tiba-tiba meninggal. Jangan kita berpangku tangan dengan korban begitu banyak kita diam tidak berbuat sesuatu,” kata Titiek Soeharto.(rsky)

No comments:

Post a Comment