Hilang 15 Hari, Kades di Manggarai NTT Ditemukan Tewas di Dalam Gua - Indometro Media

Berita Terbaru

Monday, May 6, 2019

Hilang 15 Hari, Kades di Manggarai NTT Ditemukan Tewas di Dalam Gua

Baca Juga

Kades Manggarai, NTT ditemukan tewas.
Kades Manggarai, NTT ditemukan tewas.
INDOMETRO.IDEduardus Talus, Kepala Desa Terong, Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang hilang dua pekan lalu akhirnya ditemukan tak bernyawa. Dia ditemukan telah membusuk di sebuah gua di tengah hutan.

Jasad Kades berusia 51 tahun itu ditemukan oleh seorang warga bernama Philipus Harum (57) yang tengah memburu tupai, Senin sore sekira pukul 15.00 WITA. Keberadaan almarhum diketahui setelah anjing yang dibawa Philipus menggonggong terus menerus persis di titik jasad Eduardus berada.
Setelah menerima kabar penemuan mayat, polisi dari Polsek Satar Mese dan Polres Manggarai tiba di lokasi kejadian pada Senin malam 6 Mei 2019 dan langsung melakukan olah tempat kejadian. 
Korban ditemukan dengan posisi tertelungkup di dalam genangan air di sebuah kali mati depan mulut gua.
Pantauan VIVA saat olah Tempat Kejadian Perkara, almarhum mengenakan kemeja batik pada bagian dalam, lalu sweater dan jaket dari luar serta memakai celana pendek warna hitam.
Proses olah tempat kejadian dipimpin Kapolsek Satar Mese Inspektur Polisi Satu ( Iptu) Gabriel Taek serta melibatkan dokter dan petugas Puskesmas Satar Mese Barat. Di lokasi kejadian, polisi menemukan sepasang sandal berwarna hijau.
Usai melakukan olah TKP, jenazah itu kemudian dievakuasi melintasi medan yang sulit karena dipenuhi pepohonan hutan komunal Lingko Ntunga dengan penerangan yang minim.
Atas permintaan keluarga, jenazah almarhum langsung dibawa ke rumah duka di kampung Woang Desa Terong. Selain itu tim medis tidak dapat memeriksa jenazah secara detail karena kondisi jenazah telah rusak sehingga polisi tidak dapat menyimpulkan penyebab kematian korban.
“Kami tidak bisa menyimpulkan apa-apa di balik kematian Bapak Kades ini sebab kondisi jenazah telah membusuk. Almarhum diperkirakan meninggal lebih dari 10 hari,” kata Iptu Gabriel Taek saat serah terima jenazah.
Meskipun tidak dapat menyimpulkan musabab kematian Eduardus, namun kepolisian, lanjut Iptu Gabriel, siap menerima laporan dari masyarakat jika menemukan hal-hal mencurigakan.
“Jika besok-besok keluarga ataupun masyarakat menemukan hal-hal mencurigakan bisa disampaikan ke polisi. Kita pasti akan tindaklanjuti. Tapi kalau tidak ada diharapkan untuk jangan berspekulasi,” tandasnya.
Pihak keluarga dalam kesempatan yang sama mengaku pasrah dan menerima kematian almarhum sebagai ajalnya.
“Kalau bapak-bapak dari kepolisian dan dokter bilang begitu, kami sebagai keluarga pasrah. Mungkin sudah takdir almarhum harus meninggal dengan cara seperti ini,” kata Wihelmus perwakilan keluarga.(vv)

No comments:

Post a Comment