Tidak Untungkan PBB, Yusril Pilih Tak di Kubu Jokowi atau Prabowo - Indometro Media

Berita Terbaru

Monday, September 24, 2018

Tidak Untungkan PBB, Yusril Pilih Tak di Kubu Jokowi atau Prabowo

Baca Juga

image_title
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra (tengah)
INDOMETRO.ID   – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan, siapa pun yang akan dipilih oleh partai itu di pemilu presiden 2019, tidak akan memberi keuntungan apa-apa buat mereka. Hal ini menyikapi, desakan agar Yusril segera mendukung salah satu calon. 

Kecuali PBB, 15 partai politik peserta pemilu sudah menyatakan dukungannya terhadap kedua pasangan calon. Baik yang di kubu nomor 1 Joko Widodo - Ma'ruf Amin maupun paslon nomor 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
"PBB belum putuskan akan mendukung siapa, atau malah tidak dukung siapa-siapa," kata Yusril kepada VIVA, Selasa 25 September 2018. Sebagai partai yang tidak memiliki kursi di DPR, maka yang harus dilakukan adalah merebut suara rakyat untuk bisa masuk ke parlemen. Itu yang menjadi fokus PBB saat ini.
"Tanpa punya fraksi, siapa pun yang kami dukung dan terpilih jadi Presiden, tidak akan banyak artinya bagi PBB," kata pakar hukum tata negara itu. 
Yusril mengatakan, tidak ingin bergantung pada kedua pasangan calon. PBB, lanjutnya, percaya dengan kekuatan sendiri dengan bekerja keras merebut hati rakyat, dan menggantungkan segala usaha itu mereka kepada Tuhan.
"Kami tidak menggantungkan nasib kami kepada siapa pun yang menjadi calon presiden dan wapres. Tidak akan ada yang menolong kami, kecuali kami sendiri," jelasnya. 
Walau sejumlah pihak, termasuk di internal PBB, mendesak mendukung salah satu pasangan calon, Yusril mengatakan tidak ingin terjebak di situ. Menurutnya, pada pemilu 2019 ini, sebaiknya PBB fokus pada upaya untuk masuk DPR.
BACA JUGA:

Di Hadapan Kader PAN, Sandi: 212 Kode Keras dari Langit

Jika sudah masuk, maka ke depannya akan menjadi lebih mudah bagi PBB untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Tetapi, tidak untuk pemilu 2019 ini.
"Itu baru dapat kami lakukan tahun 2024 jika kami berhasil masuk kembali ke DPR. Pengalaman empiris ikut pemilu sejak tahun 1999, telah menunjukkan kepada kami bahwa tidak ada korelasi antara perolehan kursi DPR dari sebuah partai dengan siapa calon Presiden yang mereka dukung," jelas mantan Mensesneg itu.(vv)

No comments:

Post a Comment