Dua Orang Karyawan PKS Pabatu Meregang Nyawa Karena Diduga Tak Dilengkapi APD - Indometro Media

Berita Terbaru

Tuesday, September 18, 2018

Dua Orang Karyawan PKS Pabatu Meregang Nyawa Karena Diduga Tak Dilengkapi APD

Baca Juga

Foto :Suasana  Saat Dua Orang Korban Dilarikam Ke IGD  

TEBING TINGGI,INDOMETRO.ID - Dua orang karyawan PKS Pabatu yang berinisial (SW) dan (S) sekitar jam 07.30, rabu dini hari dengan mengenaskan telah meregang nyawa di banker inti sawit (silo inti) karena tercekik kehabisan nafas dalam tangki silo inti PKS Pabatu desa Kedai damar kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai.




Kejadian berawal adanya perintah pimpinan setiap pagi harus mengukur jumlah inti sawit yang akan diolah dengan harus masuk kedalam tangki yang disebut silo inti tersebut, biasanya pengukuran dilakukan secara colokan galah meteran namun karena dianggap kurang akurat, pimpinan memerintahkan agar diukur secara langsung turun ke timbunan inti sawit hasil timbunan dari loadingram.

Tanpa dibekali alat pelindung diri (APD) almarhum (SW) turun ke dalam silo inti, namun karena kadar asam yang terlalu tinggi  sehingga (SW) kehabisan nafas karena tak adanya oksigen didalam tangki tersebut, dalam kejadian itu (S) mencoba berusaha untuk menolong temannya, tapi apalah daya karena peralatan yang tak didukung oleh perusahaan akhirnya (S) turut serta mengantarkan nyawa didalam silo inti tersebut.



Menurut keterangan beberapa orang teman kerja kedua almarhum yang tak mau disebut namanya mengatakan, bahwa kejadian ini pasti akan terulang lagi kedepannya jika APD seperti oksigen, tidak dilengkapi oleh perusahaan. 

BACA JUGA:



Kami sebagai karyawan yang mempertaruhkan nyawa dalam mengabdi kepada perusahaan ini memohon agar diperhatikan alat kerja yang menjadi kebutuhan dalam menghadapi situasi yang diluar kemampuan batas manusia ini “ujar mereka.”





Sampai berita ini dipublikasikan keadaan jenazah masih di IGD sembari menunggu untuk disemayamkan di rumah duka di komplek perumahan karyawan PTPN4 PKS Pabatu.(18.R.10367)

No comments:

Post a Comment