Hewan Kurban Dijamin Sehat, Dewan Acungi Jempol Ke Kementan - Indometro Media

Berita Terbaru

Friday, August 3, 2018

Hewan Kurban Dijamin Sehat, Dewan Acungi Jempol Ke Kementan

Baca Juga

Hewan Kurban Dijamin Sehat, Dewan Acungi Jempol Ke Kementan
Viva Yoga
INDOMETRO.ID- Urusan hewan kurban di Idul Adha nanti tidak hanya mengenai pasokan. Masalah kesehatan, higienitas, dan kehalalan dalam penyembelihan juga menjadi perhatian.


Namun, Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi mengaku tidak khawatir dengan itu. Sebab, Kementerian Pertanian (Kementan) telah memberikan jaminan bahwa masyarakat dapat memperoleh hewan kurban dengan mudah plus sehat dan halal dalam penyembelihan.

Saat ini, Kementan sudah punya rumah pemotongan hewan (RPH) sentra pemotongan hewan kurban di Jakarta Timur.

“Kami apresiasi kinerja Kementan, khususnya Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, karena telah membangun RPH percontohan di DKI Jakarta,” kata Viva, dalam peluncuran RPH tersebut, Jumat (3/8).

Viva pun mendorong agar Kementan memperbanyak RPH tersebut. Dengan begitu, masyarakat dapat dengan mudah melaksanakan pemotongan hewan kurban. Kehalalan dan higienitas juga terjamin.

“Kami akan membantu Pemerintah untuk membangun RPH di seluruh Indonesia, sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi protein hewani secara aman, sehat, utuh, dan halalan thayyiban (ASUH). Dengan mengkonsumsi daging yang ASUH, dapat membuat masyarakat sehat dan cerdas,” tutur politisi PAN ini.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita tersanjung dengan pujian Viva. Dia pun menegaskan, sudah menjadi tugas Pemerintah memastikan setiap hewan kurban itu sehat dan dagingnya higienis. Makanya, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 114/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. Permentan ini mengatur persyaratan minimal tempat penjualan hewan kurban, pengangkutan, kandang penampungan, tempat pemotongan, termasuk tata cara penyembelihan.

Fokus utama Kementan dalam pengawasan pemotongan hewan kurban meliputi kesehatan, penyembelihan, kesejahteraan hewan, dan distribusi daging. "Daging hewan kurban harus memenuhi persyaratan aman, sehat, utuh, dan halal atau ASUH,” terang I Ketut.

Mengenai kebutuhan, I Ketut memprediksi, di 2018 ini mencapai 1.504.588 ekor. Angka ini naik sekitar 5 persen dari pemotongan hewan kurban 2017. Kebutuhan hewan kurban tersebut terdiri atas sapi sebanyak 462.339 ekor, kerbau 10.344 ekor, kambing 793.052 ekor, dan domba sebanyak 238.853 ekor.

Untuk menyambut pelaksanaan kurban tahun ini, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melakukan koordinasi dengan dinas-dinas di daerah yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan.

“Kita pastikan ketersediaan stok hewan lokal cukup untuk memenuhi kebutuhan kurban tahun 2018," ujar I Ketut.

Dia juga memastikan, kebutuhan daging sapi di pasaran juga tidak bakal terganggu.

“Untuk mengantisipasi kebutuhan daging sapi segar di pasar selama periode Iduladha, kami telah berkoordinasi dengan feedloter untuk memberikan pasokan tambahan berupa sapi bakalan eks impor siap potong. Sampai 30 Juli kemarin, stok sapi bakalan siap potong sebanyak 30.170 ekor dan stok sapi bakalan yang sedang digemukan sebanyak 140.344,” tambah I Ketut.(rm)

No comments:

Post a Comment