Menghukum Arogansi Singa - Indometro Media

Berita Terbaru

Friday, July 13, 2018

Menghukum Arogansi Singa

Baca Juga

Menghukum Arogansi Singa
Ivan Perisic/Net
INDOMETRO.IDPertandingan semifinal Piala Dunia 2018 antara Kroasia vs Inggris sudah berakhir. Vatreni menang 2-1 (1-1, 0-1) dalam pertandingan yang berlangsung sampai extra time.



Dalam pertandingan di Luzhniki Stadium, kemarin pagi WIB, Inggris dan Kroasai bermain 1-1 selama 90 menit. Inggris unggul lebih dulu berkat gol dari Keiran Trippier lewat tendangan bebas pada menit kelima. 

Kroasia baru bisa menyama­kan kedudukan pada menit ke- 68, via tendangan Ivan Perisic. Tak ada gol tambahan hingga 90 menit habis, laga lanjut ke babak tambahan. 

Di babak tambahan, Mario Mandzukic memastikan keme­nangan Kroasia. Dia membuku­kan namanya di papan skor pada menit ke-109. 

Dengan kemenangan ini, Kroasia melaju ke final Piala Dunia untuk pertama kalin­ya. Mereka akan menghadapi Prancis di final Ahad malam WIB (15/7) yang berlangsung di stadion yang sama. 

Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate, mengungkapkan pe­nyebab kekalahan anak asuhnya dari Kroasia. Tim lawan memang tampil dengan kualitas lebih baik. 

"Saya sangat bangga dengan cara bermain tim dan kami bisa melihatnya dari reaksi suporter, mereka merasakan hal serupa. Namun, sulit untuk mengatakan apa pun yang bisa membuat mereka merasa lebih baik saat ini," kata Southgate. 

Kegagalan melangkah ke final membuat timnas Inggris harus menunggu waktu lebih lama untuk merasakan kembali gelar yang diraih tahun 1966 silam. Kekalahan dari Kroasia mem­buat timnas Inggris akan ber­temu Belgia dalam laga perebu­tan tempat ketiga, 14 Juli. 

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic menilai timnya main lebih baik daripada Inggris. Sepanjang 120 menit pertandingan, Kroasia sedikit lebih dominan dengan penguasaan bola sebesar 54%. Mereka juga lebih agresif dengan melepas­kan 22 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke sasaran. 

Sementara itu, Inggris cuma melepaskan 11 tembakan. Di antara upaya-upaya itu, hanya dua yang menga­rah ke gawang Kroasia. 

Dalic mengaku sudah mempelajari permainan Inggris. Dia pun menilai Kroasia tampil lebih baik daripada Inggris di semua aspek permainan. "Karena kami tim yang lebih baik di semua Kami tidak meremehkan mer­eka. Kami respek kepada mereka karena kami menganalisisnya. Kami tahu apa yang mereka lakukan dan di mana," kata Dalic seperti dikutip Sky Sports. 

"Kami memainkan pressing tinggi ke lini belakang mereka. Kami menekan (John) Stones dan (Jordan) Henderson. Kami mematikan mereka. Kami mem­biarkan bek-bek tengah bermain. (Luka) Modric dan (Ivan) Perisic menekan lini belakang mer­eka dan kami menguasai bola," ujarnya. 
(rmol)

No comments:

Post a Comment