Identifikasi Pembegal Payudara Rampung, Sketsa Wajah Disebar - Indometro Media

Berita Terbaru

Saturday, July 28, 2018

Identifikasi Pembegal Payudara Rampung, Sketsa Wajah Disebar

Baca Juga

image_title
Sketsa identifikasi begal payudara di Depok
INDOMETRO.ID- Proses penyelidikan terkait kasus pelecehan seksual dengan modus remas payudara atau disebut begal payudara di Depok, Jawa Barat, akhirnya menemukan titik terang. Polisi telah berhasil melakukan rekonstruksi wajah pelaku.


“Ya benar, kami penyidik Polresta Depok bersama Tim Inavis Mabes Polri telah melakukan rekonstruksi wajah pelaku,” kata Kepala Unit Tim Idik III, Satuan Reskrim Polresta Depok, Ajun Komisaris Polisi Firdaus pada wartawan di ruang kerjanya di Depok, Sabtu, 28 Juli 2018.

loading...
Adapun keterangan dari hasil rekonstruksi wajah tersebut, pelaku diperkirakan berusia 25 hingga 27 tahun dengan tinggi sekitar 170 sentimeter. “Ciri khusus secara detail tidak ada, namun perkiraan usia antara 25 hingga 27 tahun dengan tinggi sekitar 170 sentimeter, berlogat Sunda. Ini gambaran yang kami dapat dari keterangan korban,” katanya.

Sketsa tersebut lanjut Firdaus akan disebarluaskan ke masyarakat dengan harapan ada petunjuk baru atas kasus ini. “Hasil dari gambar ini akan kami sebarluaskan pada masyrakat. Diharapkan masyarakat bisa memberikan informasi ke kami agar dapat segera mengungkap kasus ini," katanya.

Seperti diketahui, AT, mahasiswi semester enam jurusan Teknik Mesin di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Depok menjadi korban begal payudara saat sedang menjajakan donat di Gang Swadaya II, tak jauh dari kosannya di kawasan Gang Jengkol, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis Depok, Jawa Barat sekira pukul 06.30 WIB pada Minggu 15 Juli 2018.

Pelaku sempat meremas payudara AT hingga dua kali dan memukul bagian kepala sambil mengeluarkan alat kelamin dan mengancam akan membunuh jika korban melawan. Aksi keji itu berakhir setelah ada salah seorang warga keluar rumah begitu mendengar jeritan korban. Hingga berita ini diturunkan, kasusnya masih dalam pengembangan polisi. (viva)

No comments:

Post a Comment