Tulungagung –Indometro.id- Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso 3/8-3025, yang dirangkai dengan Kongres Anak, Kumpul Bocah, dan DPATA Award 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak dan perlindungan anak menuju terwujudnya Kabupaten Tulungagung Layak Anak.
Acara dihadiri Plt. Bupati Tulungagung, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Marsono, unsur Forkopimda, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Pengadilan Agama, Kantor Kementerian Agama, BNN Kabupaten Tulungagung, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), IPKB, UPT Perlindungan Perempuan dan Anak, Forum Anak, Dewan Perwakilan Anak Kabupaten Tulungagung Masa Bakti 2025–2026, serta para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak.
Menurutnya, menyayangi anak berarti memberikan kasih sayang, perhatian, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan bagi setiap anak untuk mengembangkan potensi terbaiknya. Sementara melindungi anak berarti menjaga mereka dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, perundungan (bullying), eksploitasi, perkawinan anak, hingga ancaman di era digital.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun masa depan anak-anak sebagai generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, sejahtera, dan berakhlak mulia dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Plt. Bupati berharap Forum Anak dan Dewan Perwakilan Anak Kabupaten Tulungagung terus menjalankan perannya sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam mengawal pemenuhan hak anak. Melalui wadah tersebut, anak-anak diharapkan mampu menyampaikan aspirasi, menjadi teladan bagi teman sebaya, serta berani melaporkan setiap pelanggaran hak anak melalui mekanisme yang telah disediakan pemerintah daerah.
Sementara itu, dalam sambutannya, Dr. Kasil Rohmad menyampaikan rasa optimis terhadap masa depan Indonesia setelah menyaksikan penampilan anak-anak pada kegiatan tersebut.
"Kalau melihat penampilan anak-anak kita hari ini, rasanya bukan Indonesia gelap, tetapi Indonesia terang. Anak-anak mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA memiliki kesiapan yang luar biasa untuk meneruskan estafet kepemimpinan bangsa di masa depan," ungkapnya.
Ia juga melaporkan kepada Plt. Bupati Tulungagung bahwa Forum Anak di Kabupaten Tulungagung kini telah terbentuk hingga tingkat desa. Selain Forum Anak Kabupaten, kini juga telah terbentuk Forum Anak Kecamatan dan Forum Anak Desa yang menjadi wadah partisipasi anak dalam pembangunan.
Menurutnya, keberadaan forum anak sangat penting sebagai ruang bagi anak-anak untuk memperjuangkan hak-haknya.
"Forum anak bersama teman-temannya terus berjuang agar hak-hak anak tetap berada pada relnya, mendapatkan perlindungan, serta terbebas dari berbagai ancaman seperti bullying, kekerasan, eksploitasi, dan berbagai persoalan lain yang dapat menghambat tumbuh kembang anak," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan DPATA Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang telah menunjukkan komitmen dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kabupaten Tulungagung.
Menutup sambutannya, Plt. Bupati mengajak seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, organisasi masyarakat, keluarga, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam memenuhi hak-hak anak. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Plt. Bupati secara resmi membuka Kongres Anak Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.
Melalui Kongres Anak, Kumpul Bocah, dan DPATA Award 2026, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap partisipasi anak dalam pembangunan daerah semakin meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang berkualitas, terlindungi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(AG



Posting Komentar untuk "Peringati Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Tulungagung Gelar Kongres Anak, Kumpul Bocah dan DPATA Award"