Oleh Zulkifli, M.Pd Kepala SMAN 1 Lhoksukon
Pengkritik yang tulus mungkin melukai perasaan sesaat, tetapi menyelamatkan masa depan. Penjilat mungkin menyenangkan hati hari ini, tetapi bisa menjerumuskan kita pada penyesalan di kemudian hari.
Aceh Utara. Indometro. Id - Dalam kehidupan, baik di lingkungan kerja, organisasi, maupun pemerintahan, sering kali kita lebih senang mendengar pujian daripada kritik. Padahal, belum tentu orang yang selalu memuji adalah orang yang paling peduli kepada kita. Justru, pengkritik yang jujur sering kali lebih mencintai dan menginginkan kebaikan daripada seorang penjilat.
Seorang sahabat yang mengkritik tidak sedang menjatuhkan. Ia berani menyampaikan kekurangan karena ingin melihat kita menjadi lebih baik. Kritik yang disampaikan dengan niat baik adalah bentuk kepedulian. Terkadang memang terasa pahit, tetapi kepahitan itulah yang menjadi obat agar kita tidak terjerumus ke dalam kesalahan yang lebih besar.
Sebaliknya, penjilat cenderung mengatakan apa yang ingin didengar oleh atasannya atau orang yang berkepentingan. Semua tampak baik-baik saja, meskipun kenyataannya tidak demikian. Pujian diberikan bukan karena kejujuran, melainkan demi memperoleh simpati, jabatan, atau keuntungan pribadi. Akibatnya, pemimpin atau sahabat yang terus-menerus dikelilingi penjilat dapat kehilangan kemampuan melihat kenyataan dan akhirnya mengambil keputusan yang keliru.
Sejarah menunjukkan bahwa banyak pemimpin jatuh bukan karena tidak memiliki kemampuan, melainkan karena tidak lagi mendengar kritik yang jujur. Mereka hanya dikelilingi oleh orang-orang yang selalu berkata, "Semuanya sudah baik," padahal masalah terus membesar tanpa disadari.
Sahabat sejati akan berani berkata, "Ini kurang tepat, mari kita perbaiki." Penjilat akan berkata, "Semuanya sudah sempurna," meskipun ia tahu ada kesalahan. Karena itu, kritik yang lahir dari kejujuran adalah bentuk kasih sayang, sedangkan pujian yang palsu dapat menjadi jalan menuju kehancuran.
Maka, jadilah pribadi yang siap menerima kritik dengan lapang dada dan jangan alergi terhadap orang yang berani mengingatkan. Di sisi lain, jika kita hendak mengkritik, lakukanlah dengan adab, data, dan niat untuk memperbaiki, bukan untuk mempermalukan.




Posting Komentar untuk "Pengkritik yang Tulus Lebih Berharga daripada Penjilat"