Oleh Zulkifli, M.Pd Kepala SMAN 1 Lhoksukon
Jadilah tempat orang lain mendapatkan jalan, bukan tembok yang membuat mereka berhenti. Janganlah menjadi ilalang yang menghalangi jalan. Jadilah ibarat pohon sagu yang semakin tua semakin banyak membantu.
Aceh Utara. Indometro. Id - Dalam perjalanan hidup, kita akan selalu menemukan orang-orang yang memilih jalan berbeda. Ada yang senang menghalangi langkah orang lain, ada yang merasa terganggu ketika melihat orang lain maju, dan ada pula yang justru bahagia ketika dirinya mampu membantu sesama.
Janganlah menjadi ilalang di jalan kebaikan. Ilalang tumbuh di mana-mana, tetapi sering menjadi pengganggu ketika tidak dikelola. Ia menutup jalan, mengambil ruang, dan terkadang membuat tanaman lain sulit berkembang. Begitulah gambaran orang yang kehidupannya lebih banyak digunakan untuk menghalangi daripada membantu.
Ketika ada orang ingin berbuat baik, jangan dicari-cari kesalahannya. Ketika ada yang ingin berkembang, jangan dipatahkan semangatnya. Ketika ada yang sedang berjuang, jangan ditambah bebannya.
Jika tidak mampu membantu, setidaknya jangan menghalangi.
Jadilah seperti pohon sagu. Semakin besar dan semakin banyak bagian yang dimilikinya, semakin banyak pula manfaat yang dapat diberikan. Sagu menjadi sumber makanan, batang dan juga buahnya dapat dimanfaatkan, dan keberadaannya memberi kehidupan bagi manusia.
Begitulah seharusnya manusia. Semakin tinggi kedudukan, semakin luas manfaatnya. Semakin besar kekuasaan, semakin banyak orang yang harus dilindungi. Semakin banyak ilmu, semakin banyak pula orang yang harus dibantu.
Kita tidak hidup hanya untuk menunjukkan bahwa kita lebih hebat daripada orang lain. Kehidupan bukan perlombaan untuk menjatuhkan. Jabatan bukan alat untuk menghalangi. Kekuasaan bukan kesempatan untuk membuat orang lain takut.
Orang yang benar-benar besar justru terlihat dari berapa banyak orang yang tumbuh karena kehadirannya.
Dalam lingkungan kerja, sekolah, maupun masyarakat, jangan menjadi orang yang setiap melihat kebaikan justru mencari celah untuk menghambat. Jangan menjadi seseorang yang merasa kehilangan ketika orang lain mendapatkan kesempatan. Jangan pula merasa harus selalu menjadi yang paling depan dengan menginjak orang lain.
Sebab, pada akhirnya, yang akan dikenang bukan berapa banyak orang yang pernah kita kalahkan, tetapi berapa banyak orang yang pernah kita bantu bangkit.
Jika suatu hari kita memiliki kesempatan untuk berbuat baik, lakukan. Jika memiliki kewenangan untuk mempermudah, permudahlah. Jika memiliki ilmu, ajarkan. Jika memiliki kekuasaan, gunakan untuk melindungi. Dan jika tidak mampu melakukan semuanya, jangan menjadi penghalang bagi mereka yang sedang berbuat kebaikan.
Janganlah menjadi ilalang yang menghalangi jalan. Jadilah pohon sagu: semakin besar, semakin banyak memberi manfaat.
Karena sebaik-baik manusia bukanlah yang paling tinggi berdiri, melainkan yang paling banyak memberikan manfaat bagi kehidupan di sekitarnya.



Posting Komentar untuk "Janganlah Jadi Ilalang, Jadilah Pohon Sagu"